Berita > Seputar TKI
15 Tahun Terpisah, Tangis Bahagia Darkem Tak Terbendung Saat Bertemu Keluarga
19 Nov 2018 22:07:05 WIB | Juwarih | dibaca 2374
Ket: Detik-detik Darkem saat bertemu dengan kedua anaknya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu 18 November 2018
Foto: LiputanBMI
Indramayu, LiputanBMI - Selama 15 tahun terpisah dengan keluarga, Darkem binti Jupang (51), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Desa Tegal Girang, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sepertinya tak bisa menahan ekspresi kebahagiannya saat pertama kali bertemu dengan kedua anaknya.

Darkem dan anaknya bernama Wahyudin Prawita (32), dan Riyana Ade Saputra (26), mereka baru bisa bertemu pada saat kedua anaknya menjemput kepulangannya dari Riyadh, Arab Saudi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Pada Minggu 18 November 2018.

"Alhamdulillah tersebut,amdulillah akhirnya saya bisa pulang dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga," ucapnya sambil menangis serayal memeluk kedua anaknya.

Ekspresi kebahagian Darkem nampak terlihat pada saat dirinya baru pertama kali bertemu dengan kedua anaknya setelah 15 tahun terpisah karena tidak diizinkan pulang oleh majikannya saat bekereja ke Arab Saudi sejak keberangkatannya pada 13 Oktober 2003 silam.

"Saya bahagia sekali akhirnya bisa pulang ke Indonesia setelah lama saya nanti-nantikan," ujar Darkem.

Darkem mengatakan, walaupun dalam dua bulan terakhir ini dirinya dengan kedua anaknya sering berkomunikasi lewat video call namun terasa masih belum mengenali anak bungsunya Riyan.

Riyan saat di tinggal masih berumur 11 tahun kini sudah tumbuh remaja usianya sudah 26 tahun.

"Riyannya mana yud?," Tanya Darkem kepada Wahyudin, padahal anak bungsunya berada didepannya.

Dalam kesempatan ini pula, Darkem menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang sudah berhasil membantu memulangkannya dengan membawa hak-haknya selama berkerja 15 tahun.

"Terima kasih kepada kepolisian Arab Saudi dan KBRI Riyadh yang sudah membantu saya sehingga majikan mau memulangkan dan memberikan sisa gaji saya yang belum di bayar," ucapnya.

Pada 13 Oktober 2003 Darkem diberangkatkan oleh PT Trisula Bintang Mandiri ke Arab Saudi sebagai pekerja rumah tangga (PRT). Oleh agency Al Shareef, dipekerjakan pada majikan bernama Gazwa Shagar Al Hamadi, berdomisili di kota Arja, Dawadmi, Arab Saudi.

Setelah lebih dari 3 tahun bekerja pada majikan, Darkem tidak diizinkan untuk pulang bahkan gajinya pun mulai tidak dibayar.

pada 24 Januari 2017 Riyan Ade Saputra, anak kandung Darkem menyampaikan pengaduan ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu bahwa ibunya sudah 14 tahun tidak bisa pulang karena di tahan majikannya di Arab Saudi.

Pada 27 Januari 2017 secara tertulis SBMI Cabang Indramayu menyampaikan pengaduan ke KBRI Riyadh, Arab Saudi. Kemudian pada pertengahan bulan Mei 2018 Tim Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh dengan di bantu kepolisian Arja berhasil menemukan Darkem.

Kurang lebih dua bulan berada di shelter Kementerian Sosial Arab Saudi sambil menunggu proses kepulangan (exit permit) dan haknya, kemudian pada 17 November 2018 oleh pemerintah Arab Saudi Darkem dipulangkan ke Indonesia.
(JWR/IYD, 19/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki