Berita > Ekosospol
Bisnis Tanpa Izin, Ekspatriat di Arab Saudi Didenda Setengah Juta Riyal
12 Nov 2018 02:50:53 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 727
Ket: Ilustasi
Foto: Tempo.co
Dammam, LiputanBMI - Pengadilan Kriminal kota Dammam, Arab Saudi memvonis bersalah seorang warga Saudi yang telah memberikan peluang kegiatan komersial (tasattur) di bidang tekstil dan perabotan kepada seorang ekspatriat. Akibat perbuatan tersebut, keduanya dijatuhi hukuman denda sebesar setengah juta riyal.

Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi juga telah melakukan pencemaran nama baik kepada warga Saudi dan ekpatriat tersebut di berbagai media cetak dan elektronik. Selain itu pengadilan juga memutuskan penutupan pendirian usaha, ikuidasi kegiatan perdagangan, pembatalan pendaftaran komersial dan dilarang melakukan aktivitas perdagangan di bidang yang sama di masa yang akan datang.

Sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Minggu (11/11/2018), ekspatriat keturuanan Arab yang tidak disebutkan namanya itu akan dideportasi setelah eksekusi putusan dan dia tidak akan diizinkan kembali ke Saudi untuk bekerja.

Inspektur kementerian menerima petunjuk tentang dugaan aktivitas menutup-nutupi yang melibatkan pendirian untuk mengimpor dan mengekspor kain dan perabotan di Dammam. Setelah melakukan penyelidikan, tim inspeksi menyimpulkan bahwa warga negara Saudi membantu ekspatriat untuk menjalankan bisnis, yang ia tidak memiliki izin untuk berusaha atau berinvestasi, atau diizinkan untuk bekerja.

Terbukti bahwa ekspat tersebut mengelola rekening bank pendirian, yang memiliki transaksi senilai lebih dari SR 1 juta selama satu tahun, sementara nilai barang yang diimpor mencapai SR 900,000. Pembayaran bank expat sebesar SR 500.000. Oleh karena itu, kasus tersebut dirujuk ke otoritas peradilan untuk mengambil tindakan hukum yang diperlukan sesuai dengan undang-undang Penyembunyian Anti Komersial.

Menurut ketentuan Undang-undang Penyembunyian Anti-Komersial, seorang non-Saudi tidak boleh terlibat atau berinvestasi dalam kegiatan perdagangan apa pun, ia tidak memiliki izin atau diizinkan untuk berusaha. Setiap warga negara yang memungkinkan non-Saudi untuk berinvestasi atau melakukan kegiatan perdagangan apa pun, baik dengan menggunakan namanya, lisensi atau daftar komersialnya atau dengan cara lain apa pun, akan dianggap sebagai kaki tangan.

Kementerian telah berusaha untuk mengendalikan dan memberantas segala pelanggaran yang terkait dengan menutup-nutupi perdagangan dengan menjatuhkan hukuman yang dapat mencapai dua tahun penjara, denda hingga SR 1 juta, deportasi pelanggar non-Saudi dari Kerajaan, pencemaran nama baik di media lokal dan likuidasi kegiatan bisnis.

Kementerian telah mengimbau publik untuk melaporkan setiap kasus penyembunyian komersial yang mereka temui melalui nomor pusat panggilannya 1900, situs webnya atau aplikasi ponsel pintar. Kementerian itu akan memberikan hadiah kepada para informan hingga 30 persen dari nilai denda yang dikumpulkan.
(IYD/IYD, 12/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki