Berita > Ekosospol
61 Siswa dari Sri Lanka Tertipu Modus Kuliah Sambil Kerja di Taiwan
07 Nov 2018 14:27:00 WIB | Yully Agyl | dibaca 1002
Ket: Para siswa Sri Lanka yang dipekerjakan secara ilegal di rumah jagal
Foto: Taiwan News
Kaohsiung, LiputanBMI - Universitas Kang Ning (UKN) Tainan, Taiwan, mendapat teguran Departemen Pendidikan setempat karena mengizinkan lebih dari 40 mahasiswa Sri Lanka untuk bekerja di rumah jagal di Taipei dan Tainan.

Seperti dilansir Taiwan News, Selasa (6/11/2018), menurut keterangan Yu Jung-hui (尤榮輝), ketua Persatuan Karyawan Sekolah Swasta Taiwan (TPSEU), lebih dari 60 mahasiswa Sri Lanka datang ke Taiwan dan menerima izin masuk Universitas Kang Ning. Tetapi anehnya, mereka masuk Taiwan dengan visa turis. Begitu sampai, banyak yang tidak pergi ke sekolah, tetapi justru langsung dikirim ke tempat kerja, sementara yang lain bekerja setelah belajar.

Yu mengatakan bahwa direktur kampus Tainan Kang Ning berkoordinasi dengan agensi dalam mengirim mahasiswa Sri Lanka untuk bekerja di pabrik-pabrik dan rumah pemotongan unggas secara ilegal. Mereka semua bekerja pada malam hari dan dengan pekerjaan yang berlebih. Karena alasan itu, satu siswa dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan yang berbeda selama periode waktu yang singkat.

Para siswa diberitahu bahwa mereka akan menerima gaji bulanan sebesar NTD 22.000, tetapi hanya menerima NTD 6.000 hingga NTD 8.000 per bulan. Agensi memegang sisa gaji mereka untuk membayar biaya kuliah, akan tetapi universitas mengatakan tidak pernah menerima pembayaran uang sekolah itu.

Kini, dari 61 siswa dari Sri Lanka yang awalnya terdaftar di universitas, 20 telah kembali ke negaranya, sementara 41 masih di Taiwan.
(YLA/YLA, 07/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki