Berita > Seputar TKI
Migrant CARE Kecam Keras Eksekusi Mati Tuty Tursilawati
30 Oct 2018 19:10:46 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1673
Ket: (almh) Tuty Tursilawati
Foto: Migrant Care
Nasional, LiputanBMI - Arab Saudi telah mengeksekusi mati PRT migran Indonesia asal Majalengka, Tuty Tursilawati pada Senin (29/10) kemarin dan menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI, pihak Perwakilan RI di Arab Saudi tidak mendapatkan notifikasi.

Migrant CARE menilai, situasi tersebut memperlihatkan bahwa ketertutupan informasi adalah upaya untuk menutup-nutupi berbagai pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi, terutama hak asasi yang paling dasar, yaitu hak atas kehidupan.

Oleh karena itu, Migrant CARE mengecam keras eksekusi tersebut dan mendesak Pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah diplomasi yang signifikan untuk memprotes Arab Saudi yang tetap tidak berubah terkait dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kepatuhan pada tata krama diplomasi internasional mengenai Mandatory Consular Notification.

Migrant CARE juga mengingatkan Presiden Jokowi untuk benar-benar serius merespon situasi seperti ini. Pada saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Presiden Jokowi meminta Arab Saudi memberikan perlindungan pada buruh migran Indonesia dan serius menuntaskan kasus Khashoggie.

Ternyata, menurut Migrant CARE, permintaan tersebut diabaikan oleh Arab Saudi dengan tindakan eksekusi terhadap Tuty Tursilawati, bahkan tanpa memberikan notifikasi.

Baca: Ditunda Sejak 2011, Akhirnya Tuti Tursilawati Dieksekusi

Dalam rilis yang diterima LiputanBMI, Selasa (30/10) Migrant CARE meyebutkan, Presiden Jokowi harus membatalkan MoU RI-Arab Saudi tentang penempatan one channel system karena Arab Saudi terbukti tidak memenuhi syarat dan ketentuan tentang perlindungan hak asasi PRT migran sebagaimana yang dipersyaratkan dalam dokumen yang ditandangani Menaker RI dan Menaker Arab Saudi baru-baru ini.

(FK/FK, 30/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki