Berita > Ekosospol
Larangan Asrama di Lokasi Pabrik Masih Dalam Tahap Perencanaan Pemerintah Taiwan
27 Oct 2018 00:30:29 WIB | Yully Agyl | dibaca 500
Ket: MOL Taiwan
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Peraturan larangan asrama pabrik berada di lokasi pabrik tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat karena akan memerlukan perubahan amandemen terhadap peraturan yang relevan, yang harus didahului dengan diskusi antar kementerian.

Hsueh Chien-chung (薛 鑑 忠), kepala bagian di Badan Pengembangan Tenaga Kerja (Ministry Of Labor / MOL), pada Kamis (24/10/2018), mengatakan harus ada koordinasi MOL dengan Kementerian Perekonomian (MOEA) untuk bahasan amandemen.

Pada bulan Mei dan Juni lalu, kelompok-kelompok non-pemerintah mengadakan protes yang menuntut perhatian terhadap masalah keamanan tempat tinggal para pekerja migran, setelah dua kebakaran pabrik merenggut nyawa 12 pekerja migran di asrama pabrik tahun ini.
Salah satu tuntutan yang dibuat oleh para demonstran adalah untuk relokasi asrama pekerja pabrik ke jarak yang aman dari pabrik.

Hsueh mengatakan Kementerian Tenaga Kerja sedang mengerjakan peraturan untuk menerapkan larangan asrama pabrik di lokasi pabrik dan juga pada proposal untuk menghukum pengusaha yang tidak menerapkan langkah-langkah keamanan yang tepat untuk pekerja migran.

Sebagaimana dilansir CNA Taiwan, Kamis (25/10/), jika disetujui oleh Legislatif, amandemen Pasal 54 dan 72 UU Layanan Ketenagakerjaan akan menurunkan kuota karyawan asing dari lima untuk setiap kematian pekerja migran akibat kelalaian oleh perusahaan.
Dalam kasus cedera pada pekerja migran, kuota akan dikurangi satu kali. MOL akan memberikan rincian lebih lanjut tentang proposal minggu depan.

Menurut data statistik pemerintah terbaru, ada 699.379 pekerja migran di Taiwan per September 2018.
(YLA/YLA, 27/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki