Berita > Seputar TKI
Lima WNI Jadi Korban Tanah Longsor di Malaysia, 2 Meninggal, 1 Belum Ditemukan
20 Oct 2018 17:34:23 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 3389
Ket: lokasi tanah longsor
Foto: .freemalaysiatoday.com
George Town, LiputanBMI - Lima orang pekerja asal Indonesia dilaporkan menjadi korban tanah longsor di Bukit Kukus, Paya Terubong, Relau, Penang, Malaysia, Jumat (19/10).

Menurut keterangan Konsulat Jenderal RI di Penang, dua korban atas nama Samsul dan Bahtiar telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara dua orang korban yang mengalami luka-luka telah mendapat perawatan di rumah sakit, sedangkan satu korban lagi yang diketahui bernama Subaeri, hingga Sabtu (20/10) siang masih belum ditemukan.

KJRI Penang mendapat informasi insiden ini pada Jumat (19/10) petang sekitar pukul 18.22 dan langsung menuju lokasi kejadian untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

Pihak kepolisian yang berada di TKP menyampaikan bahwa sekitar pukul 13.00 saat sebagian orang sedang sholat Jumat telah terjadi tanah longsor yang menyebabkan beberapa kontainer dan satu rumah yang dihuni pekerja migran dari berbagai negara ikut longsor dan menelan korban jiwa.

Di TKP, Satgas KJRI Penang berhasil menemui istri Subaeri dan istri Bahtiar yang ketika terjadi tanah longsor keduanya berada di lokasi kejadian.

Satgas KJRI Penang juga telah mendatangi Forensik RS Pulau Pinang dan mendapatkan hasil post mortem Samsul yang ditemukan meninggal karena luka parah.

Selanjutnya, pihak RS akan melakukan tes DNA keluarga. Satgas KJRI juga telah melihat langsung jenazah Samsul dan diperoleh informasi bahwa proses pemulangan/pemakaman jenazah sudah bisa dilakukan.

Lebih lanjut KJRI Penang menjelaskan, kontraktor utama dalam proyek tersebut adalah Syarikat Mira Gas Sdn Bhd dan WNI yang menjadi korban bekerja kepada syarikat sub-kontraktor Soil Mechanic yang hingga saat ini belum bisa dihubungi.

Informasi yang diperoleh Satgas KJRI, pekerjaan mereka sebenarnya sudah selesai sejak 28 September 2018 lalu. Namun, masih ada pekerja yang tinggal di situ karena sedang menunggu pekerjaan baru dan takut keluar dari kawasan tersebut sebab tidak memiliki permit kerja (undocumented).

Hingga berita ini diturunkan, diperkirakan ada sekitar 10 orang yang masih tertimbun tanah dan belum ditemukan. KJRI Penang menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga selesai.


(FK/FK, 20/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki