Berita > Seputar TKI
PMI Korban Kecelakaan Kerja Telapak Tangan Putus Jalani Operasi Ke-9 Kalinya
18 Oct 2018 15:03:21 WIB | Hani Tw | dibaca 2350
Ket: foto DB bersama dokter yang menanganinya
Foto: dokumen pribadi
Taipei, LiputanBMI - Salah satu pekerja migran Indonesia asal Malang, Jawa Timur berinisial DB yang pernah mengalami kecelakaan kerja dan putus pada telapak tangannya, Senin (15/10/2018) menjalani operasi di RS National Taiwan University (NTUH) untuk yang ke-9 kalinya.

Menurut keterangan DB, operasi kali ini adalah operasi yang ke-9 kalinya yaitu mengembalikan fungsi saraf pada tangan supaya bisa digerakkan secara normal dengan mengambil sebagian daging dari bagian organ tubuh lain untuk ditambalkan ke dalam telapak tangan yang sebelumnya hanya tinggal tulang dan kulit.

Seperti diketahui kecelakaan yang menimpanya pada akhir tahun 2014 lalu, bermula saat ia bekerja shift malam .Tanpa disadari, saat sedang mengoperasikan mesin press tiba-tiba tangannya masuk ke dalam mesin yang mengakibatkan empat jari dan sebagian telapak tangan kanan terputus .

“Saya mengalami kecelakaan waktu mendapat giliran kerja malam, dan saat itu juga saya langsung dibawa ke rumah sakit Yuanlin untuk mendapatkan pertolongan,” jelasnya kepada LiputanBMI, Rabu (17/10).

Setelah menunggu beberapa jam di UGD, mandor kembali dengan membawa sebagian potongan telapak tangan yang tadinya masuk ke mesin. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi penyambungan kembali bagian yang putus.

“Benar-benar tidak mengira kalau bagian telapak tangan saya yang putus masih bisa ditemukan dan dapat disambung kembali. Adapun operasinya memakan waktu dua belas jam waktu itu, “katanya dengan nada yang masih tetap belum percaya.

DB merupakan salah satu dari sekian korban kecelakaan kerja di Taiwan yang nasibnya beruntung. Perjuangannya mempertahankan haknya untuk bisa tetap mendapatkan perawatan selama kondisinya masih belum pulih tidaklah sia-sia.

“Saya ingat waktu itu, ketika saya masih di rumah sakit agen mendatangi saya untuk meminta saya tandatangan, menyatakan bahwa saya bersedia dipulangkan, tapi saya menolaknya. Kemudian dengan bantuan saudara saya akhirnya kasus dilaporkan ke Imigrasi. Bahkan besoknya petugas imigrasi datang menjenguk saya,” kenangnya.

Dari sinilah kasus DB akhirnya menjadi perhatian dari berbagai pihak. Bahkan banyak dari aktifis Taiwan yang menaruh simpati dan perhatian khusus serta ingin membantunya. Sementara klaim asuransi dari kantor astek (asuransi tenaga kerja) juga sudah didapatkan sesuai prosedur yang berlaku.

Dukungan moral maupun bantuan tenaga dari teman-teman, juga beberapa relawan dan aktifis Taiwan, membuat ia tetap semangat untuk menjalani hari-harinya dengan keadaan yang seperti sekarang. Ia sangat bersyukur sekali atas pengertian dari majikan yang tetap menerimanya bekerja di sana meskipun ia hanya bisa menjalankan tugas dengan tangan kiri.

“Alhamdulillah selama saya sakit saat mau operasi, ada saja teman-teman yang kebetulan punya waktu dan menyempatkan diri untuk menemani saya, juga majikan yang begitu bertanggung jawab atas nasib saya, “pungkasnya.
(HNI/IYD, 18/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki