Berita > Ekosospol
Keputusan Gaji Minimum RM 1,050 bagi Pekerja di Malaysia Diprotes
17 Oct 2018 22:59:30 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1819
Ket: salah satu poster pengunjuk rasa
Foto: NSI
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Lebih dari 100 pekerja dari berbagai organisasi melakukan unjuk rasa damai di depan gedung parlemen, Rabu (17/10), untuk mendesak pemerintah Malaysia meninjau ulang keputusan penetapan gaji minimum RM 1,050 bagi pekerja sektor swasta yang akan berlaku Januari tahun depan.

Aksi protes bertajuk 'Bantah 1050' ini diikuti oleh anggota Kesatuan Sekerja Malaysia (MTUC), Parti Sosialis Malaysia (PSM) dan beberapa organisasi non pemerintah (NGO), termasuk North South Initiative (NSI), sebuah NGO di Malaysia yang misi utamanya adalah pemberdayaan kelompok yang terpinggirkan seperti pekerja migran dan pengungsi.

Sebelumnya, peserta aksi berjalan dari Padang Merbok mulai pukul 10.30 pagi dan berhenti kira-kira 100 meter dari pintu pagar gedung parlemen setelah dihentikan oleh petugas keamanan.

Seperti dilaporkan media Malaysia Berita Harian Online, Rabu (17/10), dalam unjuk rasa tersebut, peserta aksi yang diketuai Setiausaha Agung MTUC, J Solomon bersorak dan meneriakkan yel-yel ‘hidup rakyat, bantah 1050 dan bangkit rakyat.’

Sekitar pukul 10.50 pagi, Menteri Sumber Manusia Malaysia, M Kulasegaran mengambil inisiatif menemui peserta aksi di tempat mereka berkumpul dan mengundang 20 peserta mewakili organisasi masing-masing untuk mengadakan dialog.

Menurut para pengunjuk rasa, pengumuman kenaikan gaji minumum sebanyak RM 50 saja (dari RM 1,000 menjadi RM 1,050, Red) dianggap sebagai keputusan yang tidak masuk akal mengingat saat ini biaya hidup (di Malaysia) semakin mahal.

Ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Rabu (17/10), Direktur NSI, Adrian Pereira yang ikut melakukan unjuk rasa mengatakan, Menteri M Kulasegaran telah merespon tuntutan pengunjuk rasa dan berjanji akan mengusulkan ke Kabinet dan Parlemen untuk meninjau ulang keputusan gaji minimum.

“Dia (Menteri, Red) akan mengusulkan kepada Kabinet dan Parlemen untuk meninjau ulang. Malaysia has leeched on workers by paying low salaries to become the Tiger of Asia. Tetapi hari ini, para pekerja sadar akan hak-hak mereka dan akan meminta kesepakatan yang lebih baik,” katanya.
(FK/FK, 17/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki