Berita > Seputar TKI
Kursus Bahasa Indonesia, Kini Semakin Diminati di Arab Saudi
17 Oct 2018 01:03:01 WIB | Juwarih | dibaca 539
Ket: Pembukaan Program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Lobi Utama Kantor KJRI Jeddah, pada Senin 15 Oktober 2018
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Konsulat Jederal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, kini semakin diminati warga Arab Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Jeddah dan kota-kota sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Konsulat Jenderal (Konjen) Jeddah, Mohammad Hery Saripudin, melalui keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, pada Senin 15 Oktober 2018.

Konjen menyampaikan, jumlah pendaftar yang berminat untuk menginguti program BIPA dari tahun ke tahun kian meningkat, terbukti sebelumnya diadakan cuma sekali dalam setahun di tahun 2018 dua kali, peserta mengatakan belajar bahasa Indonesia karena bekerja pada muassasah yang melayani jemaah haji dan umrah.

Selain itu, peserta mengaku perlu menguasai bahasa Indonesia karena melayani peziarah asal Indonesia di konter-konter imigrasi dan keamanan di bandara, kemudian sebagian lagi ia mengaku bekerja di sejumlah perusahan importir dan perusahaan yang memasarkan produk Indonesia di Arab Saudi.

"Biasanya BIPA hanya diselenggarakan sekali dalam setahun selama tiga bulan. Tapi tahun ini kami tambah menjadi dua kali karena banyaknya permintaan masyarakat di sini yang ingin belajar bahasa Indonesia," ujar Konsultan Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Moh. Hery Saripudin.

Kata Konjen, untuk menjawab animo masyarakat Jeddah, KJRI kembali mengadakan Program Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) gelombang II di tahun 2018.

Pembukaan Program Kursus BIPA gelombang II yang diikuti sebanyak 62 peserta, secara resmi di buka langsung oleh Moh. Hery Saripudi, Konjen RI Jeddah, di Lobi Utama KJRI, peserta terdiri dari 50 orang warga Saudi, 8 warga negara (WN) Yaman, 1 WN Yordania, 1 WN Amerika Serikat, dan dua peserta masing-masing berwarga negara Mauritania dan Pakistan.

Menurut panitia, dalam tempo dua pekan, sebanyak 107 orang mengajukan berkas pendaftaran meliputi formulir yang telah diisi, fotokopi paspor, kartu identitas, pas foto, keterangan tertulis seputar tujuan belajar bahasa Indonesia dan surat izin dari sponsor bagi warga non-Saudi.

Pengajar BIPA gelombang II didatangkan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai hasil upaya kerja sama yang dirintis KJRI Jeddah dengan perguruan tinggi di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Di hadapan peserta yang hadir pada saat pembukaan, Konjen menyampaikan, program kursus BIPA merupakan wujud dukungan Pemerintah Indonesia terhadap visi 2030 Pemerintah Arab Saudi, yang salah satunya adalah pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian dari kebijakan diversifikasi ekonomi.

Hal ini juga sejalan dengan penetapan Madinah sebagai Ibu Kota Wisata Islam 2017 dalam pertemuan menteri parisiwata negara-negara OKI pada 2015 silam di Niamey, Ibu Kota Nigeria.

Konjen menambahkan, jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta orang dengan konsentrasi pergerakan mereka di tiga kota: Jeddah, Mekkah dan Madinah.

"Apalagi Pemerintah Saudi mencanangkan destinasi wisata baru di kota-kota lain yang terbuka untuk pengunjung umum, tentu ini akan membawa dampak ekonomi," pungkasnya.

Program kursus BIPA gelombang II diagendakan akan berlangsung hingga bulan Desember 2018.
(JWR/IYD, 17/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki