Berita > Seputar TKI
Enam Belas PMI Tertangkap Saat Lakukan Praktik Pijat Ilegal
08 Oct 2018 15:48:51 WIB | Hani Tw | dibaca 2265
Ket: Polisi saat melakukan penangkapan di panti pijat
Foto: united daily news
Taipei, LiputanBMI - Polisi bersama Satuan Tugas dari Departemen Imigrasi Kota Taoyuan melakukan penggerebekan terhadap panti pijat yang diduga mempekerjakan pekerja ilegal, Minggu (7/10/2018.

Penggerebekan tersebut berhasil menangkap 29 orang termasuk karyawan dan pelanggannya dan 16 orang di antaranya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) undocument.

Panti pijat yang diketahui milik warga Taiwan bermarga Lin 林(52) itu terbukti memperkerjakan PMI undocument dengan upah dibawah upah minimum yang ditetapkan di Taiwan. Selain memijat mereka juga dipaksa untuk melayani pelanggannya. Demikian ditulis media lokal UDN, Senin(8/10/2018).

Dalam pemeriksaan, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti perincian upah yang dibayarkan kepada pekerjanya senilai NTD 1600/ jam, dengan perincian NTD 1000 disetorkan kepada pemilik panti, sedangkan yang diterima pekerja hanya NTD 600 saja.

Sementara jika melayani tamu pria, tarifnya antara NTD 500-2000 per orang. Dengan demikian penghasilan rata-rata per bulan antara NTD 2.400.000 sampai NTD 3.000.000. Keuntungan yang diperoleh tidak kurang dari NTD 1.000.000 perbulan.

Untuk menghindari pelacakan, pemilik panti menyewa dua buah asrama yang lokasinya dekat dengan panti. Asrama tersebut disediakan khusus untuk menampung pekerja dan dijadikan tempat untuk mengatur jadwal jam kerjanya.

Pemilik panti menarik sewa asrama dan para pekerjanya juga membayar air per bulan sebesar NTD 3000 per orang. Selain itu juga melarang pekerjanya keluar sendirian, melarang bermake up saat berangkat kerja, membayar biaya kirim uang dan beberapa macam peraturan lainnya, sehingga pekerja hanya mempunyai sisa uang sedikit saja.

Ada pun investigasi yang dilakukan oleh Tim Satuan Tugas Khusus Taoyuan terhadap pemilik panti telah berlangsung selama dua tahun belakangan ini dan akhirnya diketahui memperkerjakan TKA undocument yang mayoritas berasal dari Asia Tenggara.

Saat ini, polisi sudah mengamankan pemilik panti dan beberapa karyawannya yang tertangkap untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya karena telah melanggar Undang-Undang tentang Perdagangan manusia (human traficking), kejahatan pelecehan, Layanan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial.

Sementara enam belas PMI undocument juga sudah diserahkan ke imigrasi untuk menjalani pemeriksaan sambil menunggu proses kepulangan.
(HNI/FK, 08/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki