Berita > Seputar TKI
Nasib PMI Asal Buleleng, Bali Masih Menggantung di Taiwan
30 Sep 2018 15:26:33 WIB | Hani Tw | dibaca 499
Ket: antri di bandara
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Nasib GE (25th), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Sukasada, Bali hingga kini masih menggantung di Taiwan dan belum diketahui keberadaannya secara pasti.

Seperti di lansir radarbali,Sabtu (9/29) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng masih menanti kabar dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar, terkait nasib GE di Taiwan.

Dalam kesempatan terpisah LiputanBMI menghubungi kabid Keimigrasian KDEI Taipei Herawan Sukoaji untuk menanyakan kebenaran dari kasus GE tersebut. Ia membenarkan adanya pengaduan tersebut, akan tetapi informasi dan sumbernya kurang begitu jelas.

"Infonya nihil, sumbernya juga nggak jelas, tapi jadi berita heboh," kata Oji pada LiputanBMI pagi ini(9/30).

Masih menurut Oji, kabar terakhir yang diterima, bahwa GE sudah diterbangkan ke Taiwan akan tetapi identitasnya juga tidak tidak jelas.
Ia mengharapkan bantuan dari teman-teman, jika ada yang mengenal atau mengetahui keberadaan GE saat ini untuk segera melaporkan ke saluran pengaduan 1955, Kantor Polisi 110 atau Saluran Pengaduan KDEI Taipei.

Seperti diberitakan radarbali sebelumnya, seorang PMI asal Kecamatan Sukasada, berinisial GE menjadi korban penipuan. GE yang tadinya hendak bekerja secara legal ke Taiwan, justru menjadi tenaga kerja illegal. Hal itu terjadi gara-gara ulah penyalur tenaga kerja yang menipu GE.

Konon GE telah menyetor uang sebesar Rp 75 juta pada oknum pengelola lembaga kursus pariwisata di Kota Singaraja.
Saat itu ia dijanjikan bekerja di Taiwan. Sebelum diberangkatkan, oknum tersebut membuatkan GE paspor di Kantor Imigrasi Tanjung Priok.

Setelah paspor selesai, GE diberangkatkan ke Taiwan menggunakan visa turis, bukan visa kerja. Oknum itu mengaku visa kerja akan diberikan, setelah GE menyelesaikan masa training di perusahaan selama dua bulan.

Faktanya, sejak bekerja pada bulan Maret hingga kini, visa kerja tak juga dikantongi. Sebaliknya, visa turis yang ia kantongi masa berlakunya sudah habis. Akibatnya GE kini dikejar-kejar oleh pihak imigrasi setempat.
(HNI/FK, 30/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki