Berita > Seputar TKI
SBMI Taiwan Imbau Korban Overcharging Agen Do Best untuk Melapor, Berikut ini Syaratnya
25 Sep 2018 04:45:20 WIB | Yully Agyl | dibaca 2397
Ket: DPLN SBMI Taiwan
Foto: Angel
Taipei, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Taiwan, mencari dan mengimbau kepada siapa saja yang pernah ke Taiwan antara tahun 2005 - 2009, dengan agen Taiwan, Do Best, untuk melaporkan diri guna mencocokkan data terkait kasus overcharging.

Korban kasus praktek pungutan biaya penempatan yang berlebih (overcharging) oleh agen Do Best mencapai 5.282 TKA dari beberapa negara. Sedangkan dari Indonesia yang ikut terlibat dalam kasus tersebut ada tiga PJTKI, yaitu: PT. Hijrah Amal Pratama, PT. Putra Para Utama Karya dan PT Jaya Frans Abadi.

"Kasus overcharging yang dilakukan agen Do Best sudah terungkap dan diproses hukum. Tuntutan dilakukan dan dimenangkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taipei sejak 2017 lalu. Namun hingga saat ini baru 300 lebih korban yang melapor dan terpenuhi haknya," ungkap Angel Marta Gultom, selaku Ketua DPLN - SBMI Taiwan kepada Liputan BMI, Senin (24/9/2018).

Masih menurut Angel, bagi TKI yang merasa jadi korban agen Do Best, sebelum melapor lebih baik melengkapi persyaratan guna mempermudah dan mempercepat proses. Ada pun syarat yang dibutuhkan yaitu ARC dan atau paspor yang dipakai saat direkrut oleh agen Do Best, nama dan alamat majikan serta nomer telepon majikan.

"Syarat-syarat itu sangat penting untuk mengecekkan dan pencocokan data korban yang saat ini sudah ada di dokumen LBH Taipei, agar tidak sampai terjadi salah orang dalam pemberian pengembalian uang overcharging," jelasnya.

LBH Taipei dan SBMI berharap, hak para korban overcharging bisa kembali kepemiliknya. Untuk melaporkan bisa melalui:

Legal Aid Foundation (Lembaga Bantuan Hukum).
5F, No. 189, Sec. 2, Jinshan S. Rd
Da'an Dist, Taipei City, 106.
Dengan menghubungi, Miss Tu, nomor telepon (02) 23225255 ext 149.

財團法人法律扶助基金會
106,台北市大安區金山南路2段189號5樓

Atau melalui SBMI Taiwan di nomor HP 0938567266 (Angel Marta Gultom).
(YLA/YLA, 25/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki