Berita > Seputar TKI
Menteri Keuangan Malaysia: Pekerja Asing Perlu Bayar 80% Biaya Permit
24 Sep 2018 23:07:49 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 5491
Ket: Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng
Foto: freemalaysiatoday.com
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Kebijakan pemerintah Malaysia terkait proses pembaruan (renew) Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) atau permit kerja bagi pekerja asing yang telah bekerja selama 10 tahun terus berubah.

Terbaru, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan, pekerja asing akan membayar 80% dari levi tahunan (biaya sambung permit) sebanyak RM10.000, sedangkan sisanya 20% dibayar oleh majikan.

Padahal sebelumnya, pemerintah Malaysia telah mengumumkan bahwa pekerja asing yang telah bekerja selama 10 tahun dan memiliki PLKS boleh melanjutkan bekerja hingga maksimum tiga tahun untuk jenis pekerjaan sektor formal.

Keputusan yang dibuat pada 29 Agustus 2018 lalu itu menyebutkan bahwa biaya levi sebanyak RM10.000 (sekitar Rp 35 juta) setahun ditanggung majikan.

Namun, pemerintah Malaysia banyak mendapat keluhan terkait biaya levi yang harus ditanggung majikan.

“Kami memahami ini adalah beban yang berat, jadi kami membenarkan pembagian 80%-20%. Kerajaan diperkirakan bisa mengumpulkan RM 1 miliar dalam tempo tiga tahun. Itulah yang kami harapkan,” kata Lim Guan Eng seperti dilansir media Malaysia freemalaysiatoday.com, Senin (24/9).

Lim menambahkan, pemerintah lebih berminat untuk mempertahankan pekerja asing terampil (mahir) daripada memulangkannya.

“Tidak berbaloi (menguntungkan, Red) bagi kami jika harus memulangkan pekerja mahir dan kemudian mengambil pekerja yang tidak mahir,” katanya.

(FK/FK, 24/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki