Berita > Seputar TKI
Pemerintah Taiwan Akan Sediakan Perawat Sementara Jika Pekerjanya Libur
22 Sep 2018 19:22:23 WIB | Hani Tw | dibaca 2285
Ket: Pekerja Perawat Lansia di Taiwan
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - Pemerintah Taiwan akan segera membuka layanan yang menyediakan perawat sementara untuk menggantikan pekerjaan pekerja asing khususnya perawat pasien yang sedang libur paling cepat awal November tahun ini.

Jika layanan ini nantinya disetujui depnaker maka sekitar 28.000 majikan akan bisa merasa lega dan tidak perlu khawatir lagi dengan pasien ketika pekerjanya sedang libur. Dalam satu tahun majikan bisa mengajukan perawat sementara paling banyak 21 kali. Pengajuan layanan perawat sementara bisa melalui Yayasan Perawatan Jangka Panjang yang dalam bahasa mandarinnya disebut 長照中心(baca: Chang Chao Chong Sin,red.) di wilayah masing-masing.

Seperti disampaikan oleh Kementrian kesehatan dan kesejahteraan selama kurun waktu sepuluh tahun pekerja informal meneriakkan tuntutan adanya libur bagi perawat pasien paling tidak satu kali dalam satu minggu.

Rencana sementara yang diprioritaskan dulu ialah perawat pasien yang selama sebulan tidak ada istirahat atau libur, majikan boleh mengajukan layanan tersebut. Selanjutnya sebagai salah satu persyaratan lainnya pasien yang hidupnya sendirian, majikan yang kurang mampu, atau pasien yang sudah berumur diatas 75 tahun.

Adapun pelayanan secara gratis diperuntukkan bagi majikan yang berpenghasilan menengah ke bawah, untuk yang menengah membayar sebagian gaji perawat sementara sebesar 5% dari total gaji, sedangkan untuk majikan yang hidupnya berkecukupan maka biaya yang harus ditanggungnya sebesar 16% dari total gaji.

Pelayanan perawat sementara meliputi, perawat bisa datang langsung ke rumah pasien yang akan dirawatnya atau majikan bisa membawa pasien untuk dititipkan ke panti jompo.

Seperti dilansir media united daily news, (9/20/2018) anggota Komite Khusus Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Zhou Dao Jun (周道君) mengatakan bahwa rencana tersebut saat ini masih memerlukan beberapa proses administrasi. Dana sebagian diperoleh dari Yayasan Pusat Perawatan Jangka Panjang ,sebagian lagi berasal dari Dana Jaminan Ketenagakerjaan.

Keputusan akhir akan diketahui setelah diadakannya rapat bersama komite Kementerian Tenaga Kerja yang akan berlangsung hari Rabu depan (9/26). Jika semuanya berjalan lancar dan mendapat persetujuan maka diperkirakan awal bulan November sudah bisa direalisasikan.
(HNI/IYD, 22/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki