Berita > Seputar TKI
PMI Asal Blitar Hampir Saja Dikelabui Penipu Online, Begini Ceritanya
12 Sep 2018 07:51:39 WIB | Hani Tw | dibaca 511
Ket: Modus penipuan online
Foto: Internet
Taipei, LiputanBMI - KN (25) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blitar hampir saja menjadi korban penipuan melalui akun WhatsApp yang mengaku salah satu karyawan Toko Index Alexander Ricky, Senin (9/10) malam.

Kejadian itu bermula saat KN mau istirahat menerima panggilan telpon melalui WA yang mengaku salah satu karyawan Toko Index Ricky. Penelepon itu mengatakan akan mengirim sejumlah uang ke Indonesia, dengan syarat KN mengirimkan uang terlebih dulu saat itu juga.

"Aku di telepon oleh penipu tersebut melalui mesengger dan WhatsApp tapi memakai nomor Indonesia, ia menyuruhku cepat kirim duit," ujar KN kepada LiputanBMI, Selasa (9/11).

Lanjutnya, penipu tersebut kemudian meminta nomor rekening dan menyuruh mentransfer uang ke rekening Indonesia sebelum jam 7 pagi.

"Bahkan untuk meyakinkan saya, penipu tersebut mengirimi bukti transferan uang dengan nominal yang tidak sedikit setelah mendapatkan nomor rekening saya," katanya.

"Tengah malam ya nggak bisa kirim, lagi pula saya belum pernah kirim uang pada tengah malam," jelas KN menirukan percakapannya dengan penipu.

Seperti halnya pengirim uang yang lain, KN akan meminta foto copy ARC (sebutan KTP di Taiwan, Red.) dan nomor handphone sebagai persyaratan pengiriman uang. Setelah ditunggu beberapa saat tidak juga dikirim foto ARCnya, dari sinilah KN merasa curiga.

"Tapi pas saya mintai nomor handphone Taiwan dan foto ARC tidak dikirimi, saya mulai curiga," ungkapnya.

Keesokan harinya, pemilik akun asli Alexander Ricky menelpon KN memberitahu kalau akunnya tadi malam dibobol orang, baru tadi pagi bisa dipakai kembali. Ia menambahkan kalau Toko Index tidak pernah meminta untuk mengirimkan uang, apalagi malam hari.

"Baru kemaren saya membaca artikel tentang penipu online di LiputanBMI, eh selang sehari saya menjadi sasaran empuk," kata KN mengakhiri percakapan.(HM)
(HNI/IYD, 12/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki