Berita > Ekosospol
Rupiah Hampir 4000 per Riyal, Ini Berkah?
04 Sep 2018 17:57:35 WIB | Abu Rayyan | dibaca 3660
Ket: Ilustrasi
Foto: Portal Kita
Riyadh, LiputanBMI - Awal September ini, para PMI di Arab Saudi dipastikan menikmati lonjakan nilai uang kiriman yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Seperti layanan Western Union Direct to Bank di kantor Ersal Money Transfer menawarkan nilai tukar Rupiah sebesar Rp 3.890 pada Senin kemarin, (3/9/2018).

Para PMI sektor domestik yang setiap bulannya rata-rata menerima gaji sebesar SAR 1200 – 2000, mengalami kenaikan pendapatan Rupiah sebesar 11% dibanding tahun lalu.

Jika dibandingkan dengan September 2017 yang lalu, nilai tukar Riyal ke Rupiah berkisar antara 3.450 – 3.470. Jika sebelumnya kirim uang SAR 1.000 hanya dapat Rp 3.450.000 maka hari ini bisa mencapai Rp 3.890.000.

Melonjaknya nilai tukar Rupiah ini merupakan berkah tersendiri bagi para Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, setidaknya itu yang diungkap Ujang Herman, seorang PMI di Riyadh asal Cianjur.

Hal ini diamini oleh Abdul Aziz yang berharap agar nilai tukar Rupiah terus merosot terhadap Dollar Amerika.

“Kita-kita mah berdoa aja biar semakin meroket,” tulis Abdul Aziz dalam komentarnya di media sosial.

“Kata ustadz, ini hukum alam. Tiada hal yang terjadi sia-sia, walau itu musibah pasti ada guna. Yang jelas, utang cepat lunas!” ungkap Syaekh Widodo, seorang PMI yang juga dikenal sebagai aktivis yang sering membantu sesama.

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Ia mengatakan, setiap pelemahan Rp 100 memberikan dampak ke penerimaan hingga Rp 1,7 triliun.

"Setiap melemah Rp 100, maka akan ada penerimaan Rp 1,7 triliun," kata Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/7/2018), dilansir dari Detik.com.

(TTG/TTG, 04/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki