Berita > Seputar TKI
1 Januari – 29 Agustus 2018, Imigrasi Malaysia Tangkap Hampir 10 Ribu Pekerja Tak Berdokumen Asal Indonesia
31 Aug 2018 17:42:04 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 3025
Ket: PATI yang ditangkap imigrasi Malaysia bbrp waktu lalu
Foto: Bernama
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Dalam kurun waktu antara 1 Januari hingga 29 Agustus 2018, Departemen Imigrasi Malaysia telah menangkap dan menahan 9.759 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak mempunyai dokumen resmi.

Hal tersebut terungkap dari pernyataan Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia ketika menegaskan akan kembali melakukan operasi besar-besaran terhadap pekerja migran tak berdokumen setelah berakhirnya program pemulangan sukarela (program 3+1) pada 30 Agustus 2018.

Dirjen Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Ali juga menegaskan, sindikat perdagangan orang yang terlibat dalam perbudakan modern (modern slavery) akan menjadi prioritas dalam operasi bertajuk Ops Mega 3.0 yang akan digelar mulai Jumat, 31 Agustus 2018 ini.

Media Malaysia The Star, Kamis (30/8) melaporkan, antara tahun 2014 hingga 28 Agustus tahun ini, total 867.336 imigran gelap mendaftar program pulang sukarela dan telah kembali ke negara asal mereka.

Sementara antara 1 Januari hingga 29 Agustus 2018, Departemen Imigrasi Malaysia telah melakukan 9.449 operasi dan memeriksa sebanyak 116.270 orang. Dari jumlah tersebut, 29.040 orang telah ditangkap.

Pekerja migran tak berdokumen terbanyak yang ditangkap Imigrasi Malaysia adalah pekerja migran asal Indonesia, yaitu 9.759 orang. Imigran lain yang ditangkap yaitu warga Banglades sebanyak 5.959 orang, warga Filipina 2,820 orang , dan warga Myanmar 2,715 orang.
(FK/FK, 31/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki