Berita > Seputar TKI
Kasihan, PMI Ini Disiksa Majikan Sampai Patah Tulang
30 Aug 2018 01:43:44 WIB | Redaksi | dibaca 3148
Ket: Luka-luka yang dialami Nita
Foto: Appledaily
Taipei, LiputanBMI - Kejam, begitulah kata yang pantas disematkan kepada seorang ibu dan anak yang telah menyiksa Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial NT yang bekerja sebagai perawat lansia di Taiwan. Atas perbutan kejinnya, PMI berusia 22 tahun itu harus mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.

Seperti yang dilansir oleh Appledaily (8/29), NT datang ke Taiwan pada September 2017 untuk bekerja merawat seorang lansia di majikan yang bermarga Lee di daerah Hsintien, New Taipei City.

Rupanya selama beberapa bulan di sana, majikan bersama ibunya sudah berkali-kali melakukan penganiayaan dengan menggunakan jemuran baju, pipa air, batang kayu sehingga menyebabkan beberapa bagian anggota tubuhnya luka-luka dan memar, bahkan hingga patah tulang pada bagian jarinya.

Sampai akhirnya NT pingsan dan dibawa majikannya ke rumah sakit, setelah sadar Nita menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada pihak rumah sakit.

Majikan melarang NT membawa telepon genggam, dilarang ke luar rumah sehingga dia tidak bisa meminta pertolongan siapa pun sampai akhirnya setelah beberapa bulan menahan sakit karena siksaan NT pingsan.

Mengetahui keadaan NT yang mengenaskan, pihak rumah sakit melaporkannya ke polisi. Dengan bukti hasil visum seperti luka- luka pada bagian pinggang, bekas luka memar, luka dibagian tulang jarinya.

Sementara dari keterangan kepolisian menyebutkan awalnya majikan dan ibunya mengelak dengan tuduhan tersebut, dan mengatakan NT sendiri yang memukul- mukul tubuhnya.

Setelah melalui penyelidikan, diketahui bahwa job NT sebenarnya adalah merawat anak umur 3 tahun dan lansia. Akan tetapi sesampainya di Taiwan dia bekerja merawat bayi yang baru berumur 3 bulan dan merawat lansia.

Dalam kasus tersebut majikan sudah melanggar Undang-Undang Pencegahan Tindak Pidana Human Trafficking, mencederai orang lain juga penipuan, dan kasusnya sudah dalam penangan pihak berwenang.(HM)

(RED/IYD, 30/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki