Berita > Seputar TKI
Perusahaan Ngaku Bangkrut, Sembilan PMI Tak Digaji 3 Bulan
29 Aug 2018 02:44:56 WIB | Redaksi | dibaca 845
Ket: ilustrasi pabrik
Foto: google
Taipei, LiputanBMI - Nasib sial dialami oleh sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan yang bekerja di perusahaan mainan anak -anak, mereka tiba-tiba di PHK oleh perusahaan dengan alasan bangkrut pada pertengahan tahun 2017.

Kesembilan PMI tersebut telah bekerja selama dua setengah tahun di Perusahaan Kingstar (金詩達), sebuah perusahaan yang memproduksi mainan anak-anak yang berada di daerah Luchu Dist Taoyuan City.

"Saat itu saya bersama delapan teman lainnya bekerja seperti biasa, pas tengah hari mandor pabrik mendatangi kami mengatakan bahwa pabrik bangkrut dan akan memberhentikan kami," ujar Toha kepada LiputanBMI, Selasa (28/8/2018).

Mereka terkejut dan langsung memberitahukan agency juga melaporkannya ke depnaker dan KDEI.

"Kami sudah lapor ke agen, depnaker juga ke KDEI akan tetapi hasilnya masih nihil, sedangkan pabrik sampai sekarang masih tetap melakukan aktifitasnya dan tetap berproduksi," lanjutnya dengan nada kecewa.

Sementara gaji yang belum dibayar selama tiga bulan, pihak perusahaan dalam surat perjanjian yang disetujui kedua belah pihak, disitu tertulis bahwa gaji akan diangsur sebanyak tiga kali pembayaran, yaitu setiap dua bulan sekali.

Masih kata Toha, untuk angsuran pertama pihak perusahaan menepati janjinya, sedangkan untuk selanjutnya tidak dibayarkan sampai sekarang.

"Kami hanya menerima cicilan gaji bulan pertama, setelah itu tidak ada beritanya lagi sampai sekarang," jelasnya.

Jika tidak ada kelanjutan dari pengaduan sebelumnya, jalan satu-satunya Toha akan melaporkan kasus perusahaannya ke kantor polisi dengan tuduhan penipuan. Dia mengharapkan dengan bantuan pihak kepolisian bisa mendapatkan haknya kembali. Mengingat sudah mengadu dan melapor kemana-mana hasilnya tetap nihil.(HM)
(RED/IYD, 29/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki