Berita > Seputar TKI
PMI Asal Blitar Meninggal Dunia di Hong Kong karena Tertimpa Pohon
21 Aug 2018 19:36:27 WIB | Linda Puspita | dibaca 3200
Ket: (Almh) Jumiati (kanan) dan keluarganya
Foto: Dedi/ LBMIHK
Hongkong, LiputanBMI - Jumiati Supadi (48), Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikabarkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon di Sau Mau Ping, Hong Kong, Selasa (21/8).

Media lokal Hong Kong melaporkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 7.30 pagi. Warga Desa Sumberboto RT 07/RW 03, Kec. Wonotirto, Blitar tersebut meninggal dunia karena tertimpa pohon di bagian kepalanya saat melintas di dekat halte bus Clear Water Bay Road.

Ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Selasa (21/8) pihak keluarga mengaku mendapat kabar duka ini dari pihak agency, Selasa pagi tadi.

"Awalnya kami mendapat kabar kalau ibu meninggal dari seorang teman yang istrinya bekerja di Hong Kong. Kemudian dari pihak agency yang mewakili majikan memberi kabar sekitar pukul 11 pagi tadi," ujar Dedi, suami anak kedua Jumiati.

Menurut Dedi, Jumiati telah bekerja di Hong Kong sejak 2013 lalu. Satu tahun yang lalu korban sempat pulang ke Indonesia. Beberapa hari belakangan ini, Jumiati sering telepon untuk menanyakan keadaan kedua anaknya, Anto dan Titin.

Keluarga sangat shock dengan kabar ini. Bahkan, kata Dedi, sampai saat ini Anto dan Titin belum bisa diajak bicara perihal ibunya. Mereka seolah tidak percaya karena kemarin sore masih saling berbincang seperti biasa via telepon dan terdengar ceria. Keluarga merasa tidak ada firasat apa pun.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, saat ini pihak agency belum bisa memastikan kapan jenazah akan dipulangkan karena harus menyelesaikan berbagai prosedur terlebih dahulu.

Dedi meminta kepada perwakilan pemerintah dan teman-teman organisasi PMI di Hong Kong untuk membantu agar pemulangan jenazah dapat dilakukan dengan segera.

"Saya mewakili pihak keluarga meminta bantuan kepada perwakilan pemerintah dan teman-teman organisasi di Hong Kong agar jenazah dapat segera dipulangkan," pinta Dedi.

(LIN/FK, 21/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-