Berita > Seputar TKI
Ini Tanggapan Pelatih 12 PMI yang Sukses Kibarkan Merah Putih di Hong Kong
19 Aug 2018 00:51:30 WIB | Wijiati Supari | dibaca 468
Ket:
Foto: LBMI
Hongkong, LiputanBMI - Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merah putih adalah satu kebanggaan tersendiri, apalagi itu dilakukan di luar negeri ketika menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong.

Seperti yang terjadi halaman Wisma Mandiri, Shoushon Hill, KJRI Hong Kong, yang telah mempercayakan pelaksanakan upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih peringatan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 73 kepada 12 PMI, pada Jumat (17/08/2018) di .

Imik Eko Putro, Konsul Bea Cukai KJRI Hong Kong yang bertugas sebagai pelatih dan pembina paskibra mengaku bangga karena tim paskibra KJRI Hong Kong telah sukses melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Bersyukur kepada Allah Tuhan yang maha Esa, karena teman-teman yang sudah berlatih sejak bulan Mei 2018 dengan segala pemikiran, segala konsentrasi hingga akhirnya bisa mewujudkan pelaksanaan upacara yang saya bilang luar biasa, dan bisa lancar, sukses, sesuai dengan harapan kita semua," ujarnya kepada LiputanBMI.

Imik menyampaikan, tim paskibra di Hong Kong sangat luar biasa, karena menurutnya semua adalah pekerja migran Indonesia.

"Hanya ada satu-satunya di seluruh dunia. Di Indonesia kita tidak ada, di 132 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri juga tidak ada," tuturnya.

Maka dari itu, Imik mewakili pemerintah Indonesia untuk mengapresiasi apa yang telah diberikan oleh PMI kepada negara.

"Saya sebagai pembina dan pelatih memberikan apresiasi kepada semua pekerja migran Indonesia yang telah diwakili oleh 12 orang putri terbaiknya yang melaksanakan pengibaran bendera merah putih di Hong Kong mewakili pemerintah Indonesia," tutur Imik Eko Putro.

Lebih lanjut, Imik juga berharap untuk para paskibra, perjuangan tidak hanya sampai pada mengibarkan bendera merah putih saja.

"Tetapi mereka yang telah mengikuti pelatihan tentang pembekalan mental, percaya diri, kebangsaan, tentang bendera merah putih dan lain-lain, diharapkan bisa membawa hasil pelatihan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

"Sehingga bisa menjadi yang lebih baik, dan menjadi bermakna bukan hanya dirinya sendiri, tetapi untuk lingkungannya, keluarganya dan bangsa Indonesia ini," tutup Imik Eko Putro.


(WSP/IYD, 19/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki