Berita > Seputar TKI
Datangi Parlemen Malaysia, Koalisi Menuntut Hak Minta Operasi Mega 3.0 Dihentikan
17 Aug 2018 22:30:43 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 3214
Ket: Delegasi Koalisi ketika datangi parlemen
Foto: NSI
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Koalisi Menuntut Hak Pekerja Migran (Migrant Workers Right to Redress Coalition) yang merupakan gabungan dari beberapa Non Government Organisation (NGO) dan partai politik yang peduli dengan isu pekerja migran mendatangi parlemen Malaysia pada Kamis (16/8) siang untuk mendesak Pemerintah Malaysia agar menghentikan operasi terhadap pekerja migran tak berdokumen melalui Ops Mega 3.0.

Dalam siaran pers Kamis (16/8), Koalisi menyebutkan penangkapan dan penahanan pekerja asing (dan pelarian) yang sedang dijalankan di bawah Ops Mega 3.0 perlu dihentikan dengan segera karena diyakini tidak akan bisa menyelesaikan persoalan pekerja yang tidak berdokumen di Malaysia.

Menurut Koalisi, Ops ini tidak digunakkan untuk menangkap orang yang benar-benar bersalah, sebaliknya malah hanya menangkap orang-orang yang sebenarnya adalah korban.

Oleh karena itu, melalui Parlemen, Koalisi mengajukan permohonan kepada kerajaan baru Malaysia untuk segera menghentikan operasi dan berhenti menangkapi orang yang tidak bersalah.

Koalisi juga memohon kepada kerajaan untuk melindungi hak-hak pekerja pekerja migran dan segera mengambil tindakan yang komprehensif terhadap situasi ini.

Meski hanya ditemui oleh satu Anggota Parlemen dan satu asisten Anggota Parlemen, dalam kesempatan tersebut Koalisi telah memberikan beberapa rekomendasi untuk disampaikan dan berharap segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Malaysia.

Koalisi Menuntut Hak Pekerja Migran terdiri dari North South Initiative (NSI), Persatuan Sahabat Wanita Selangor (PSWS), Penang Stop Human Trafficking Campaign, MTUC , Parti Sosialis Malaysia (PSM), Archdioces Office of Human Development (AOHD), Asylum Access dan Foreign Spouses Support Group.

Koalisi ini juga mendapat dukungan dari beberapa Komunitas Pekerja Migran dari beberapa negara, seperti Komunitas Serantau (Indonesia), Ammpo-Sentro (Philipina), dan PNCC (Nepal).



(FK/FK, 17/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki