Berita > Seputar TKI
Tiga Bulan Tak Digaji di Abu Dhabi, Pelaut Indonesia Minta Dipulangkan
17 Aug 2018 22:18:14 WIB | Syafii | dibaca 1125
Ket: Dokumen Buku Pelaut
Foto: LBMIJKT
Dunia, LiputanBMI - Tiga pelaut Indonesia dikabarkan tidak digaji oleh IMI Marine selama tiga bulan di kapal AHTS, Interspray berbendera Panama di Abu Dhabi.

SL (40), salah satu pelapor menyatakan bahwa dirinya berangkat ke luar negeri melalui PT Quantum Marina Global yang beralamat di Bekasi.

"Kami sudah tiga bulan tidak digaji. Saat ini kami ada di Abu Dhabi," ujar SL melalui selulernya, Rabu (15/8/18).

Menurut SL, dirinya sudah melaporkan kasusnya kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) agar dibantu untuk diteruskan ke pemerintah Indonesia dan perwakilannya yang ada di Abu Dhabi.

"Benar, laporan kasus tersebut sudah masuk ke kami sejak beberapa hari yang lalu, dan kami pun sudah meneruskan kasusnya kepada Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI," kata Ketua Advokasi PPI, Imam Syafi'i ketika dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (17/8/18).

Dikatakan Imam, pada hari Kamis (16/8/18) pihak perusahaan sudah membayarkan gaji mereka, tetapi baru satu bulan yang dibayar. Sisanya belum dan akan diperjuangkan termasuk kepulangan mereka karena mereka sudah over kontrak disana.

"Kontrak mereka cuma 45 +- 15 hari sejak tanggal 6 Mei 2018 dengan gaji USD 100/day, tapi sampai sekarang mereka belum dipulangkan," ungkap Imam.

Masih menurut Imam, kasus tersebut sudah diterima dan diregistrasi oleh BNP2TKI dan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu.

"BNP2TKI kemarin sudah tanyakan ke saya tentang perihal keinginan para pelaut yang meminta untuk dipulangkan dan dibayar gajinya. Kemlu melalui Dir. PWNI dan BHI, Lalu M. Iqbal juga sudah merespon baik dan akan menyampaikan hal ini kepada KBRI Abu Dhabi untuk bisa dibantu penyelesaiannya," pungkasnya.
(IS/IS, 17/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki