Berita > Seputar TKI
SBMI Apresiasi Polri Menggagalkan Pengiriman Calon PMI Ilegal ke Arab Saudi
12 Aug 2018 23:42:42 WIB | Juwarih | dibaca 1020
Ket: Ketua SBMI Indramayu, Juwarih Bersama Calon PMI a.n Ratiah di Kantor SBMI Indramayu
Foto: SBMI Indramayu
Indramayu, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu mengapresiasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sudah berhasil menggagalkan pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cirebon yang akan dipekerjakan ke Arab Saudi.

Polres Tigaraksa Tangerang, Banten pada Jumat 10 Agustus 2018 telah menggerebek sebuah rumah di Telaga Bestari Blok H2 No. 05, Jl. Kenari VI, Tangerang milik Endang yang dijadikan tempat penampungan calon PMI Ilegal.

Hal tersebut disampaikan ketua SBMI Indramayu, Juwarih kepada LiputanBMI saat ditemui di kantornya di Blok Sukamelang, RT 010, RW 002, Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/8/2018).

"Kami mengapresiasi atas kinerja kepolisian yang sudah merespon dan menindaklanjuti pengaduan dari SBMI Indramayu sehingga berhasil menggagalkan rencana pengiriman calon PMI asal Cirebon ke Arab Saudi," ucap Juwarih

Juwarih mengatakan, awalnya dapat aduan dari keluarga Calon PMI bernama Ratiah binti Caridi (19), Warga Blok II, RT 014, RW 002, Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Berdasarkan pengaduan dari keluarga, Ratiah awalnya berminat ingin bekerja ke negara Taiwan namun oleh Sariah, sponsor warga Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon malah diarahkan ke Arab Saudi dengan alasan Taiwan sedang tutup," kata Juwarih.

Lanjutnya, dari Cirebon korban dibawa ke Bekasi untuk diproses sebagai Calon PMI unprosedural ke Arab Saudi melalui Rini, warga Perumahan Bank of Tokyo, No. C/52, RT 005, RW 014, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi.

Pada 3 Agustus 2018 Ratiah sempat akan diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, namun entah kenapa tidak jadi berangkat malah dibawah oleh Rini ke rumah Endang.

Sejak itulah Ratiah mempunyai firasat yang kurang baik terhadap perekrut yang akan mempekerjakan dirinya ke Arab Saudi.

"Setelah Ratiah mempunyai firasat kurang baik, dirinya menceritakan permasalahannya kepada keluarga sambil berharap bisa membatalkan niatnya untuk bekerja ke luar negeri," ujar Juwarih.

Setelah dapat pengaduan dari keluarga Ratiah, SBMI Indramayu meneruskan ke Mabes Polri dan ditindaklanjuti Polres Tangerang.

Polisi saat menggerebek rumah penampung di Tangerang berhasil mengamankan Ratiah dan menahan pemilik penampung PMI Ilegal.

"Sampai saat ini pemilik rumah penampungan tersebut masih mendekam di ruang tahanan Polres Tangerang," pungkasnya.
(JWR/TTG, 12/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki