Berita > Seputar TKI
PT Annur Jaya Kembalikan Biaya Penempatan PMI Taiwan yang Gagal Bekerja
01 Aug 2018 20:37:03 WIB | Juwarih | dibaca 2128
Ket: Proses Pengembalian Biaya Penempatan PMI Formal yang Gagal Bekerja ke Taiwan di Kantor PT Annur Jaya Surabaya
Foto: SBMI Indramayu
Surabaya, LiputanBMI - PT Annur Jaya yang beralamat di Jl. Rungkut Mejoyo Selatan, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur akhirnya memenuhi tuntutan untuk mengembalikan biaya penempatan PMI formal (pabrik) atas nama Muhammad Yusuf yang gagal bekerja di Taiwan.

Pernyerahan tuntutan diberikan melalui staf keuangan PT Annur Jaya, Suvi dan diterima langsung M. Yusuf dengan didampingi tim advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Indramayu, Caskum di kantor PT Annur Jaya Surabaya, Selasa (31/7/2018).

Muhammad Yusuf (21), merupakan PMI warga Blok Pulo Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang baru tiga hari bekerja di Taiwan, tetapi oleh pihak Agency Sheng Hua Manpower Resource Enterprise CO. LTD dipulangkan ke Indonesia setelah hasil medicalnya di Taiwan dinyatakan unfit.

"Walapun awalnya proses negosiasi berjalan cukup alot, Alhamdulillah akhirnya disepakati pihak PT Annur Jaya mengembalikan biaya penempatan sebesar Rp 27 juta," kata Caskum kepada LiputanBMI, Rabu (1/8/2018).

Caskum mengatakan, awalnya SBMI Indramayu menuntut agar pihak PT Annur Jaya mengembalikan full biaya yang sudah di keluarkan M. Yusuf sebesar Rp 36 juta, walaupun yang diakui oleh pihak PT hanya sebesar Rp 33,5 juta.

"Uang yang Rp 2,5 juta digunakan sendiri oleh Yusuf untuk biaya medical dan pembuatan paspor. Setelah kami minta persetujuan dari orang tua Yusuf, mereka menerima dan disepakati pihak bahwa PT Annur hanya mengembalikan uang sebesar Rp 27 juta," ujarnya.

Terpisah, ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, walaupun pihak PT Annur Jaya sudah mengembalikan biaya penempatan pada PMI, ia berharap pemerintah dalam hal ini BNP2TKI tetap memproses laporannya terkait adanya praktik overcharging.

"Semoga BNP2TKI tetap menindaklanjuti pengaduan kami jika pemerintah konsisten menegakkan aturan," tegasnya

Pada 23 Juli 2018, SBMI Indramayu melaporkan PT Annur Jaya ke BNP2TKI atas dugaan adanya praktik overcharging pada PMI formal ke Taiwan bernama Muhammad Yusuf.

SBMI Indramayu menilai PT Annur Jaya telah melanggar Surat Edaran Kepala BNP2TKI Nomor : SE.02/KA/VII/2017 tentang Penempatan TKI ke Taiwan untuk Jabatan Formal.
(JWR/FK, 01/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki