Berita > Ekosospol
TKA di Taiwan Bisa Dideportasi Jika Langgar Aturan ketika Mengendarai Sepeda Listrik
31 Jul 2018 18:27:29 WIB | Redaksi | dibaca 2845
Ket: sepeda listrik di Taiwan
Foto: UDN
Taipei, LiputanBMI - Kementerian Perhubungan Lalu Lintas Taiwan sudah menyiapkan Rancangan Undang-Undang tentang aturan bagi pengendara sepeda listrik yang akan resmi berlaku pada akhir tahun ini.

Undang-undang yang sudah disiapkan itu rencananya tidak hanya diberlakukan bagi penduduk lokal Taiwan, tetapi juga berlaku bagi Tenaga Kerja Asing (TKA).

Peraturan tersebut mencakup di antaranya setiap sepeda listrik harus mempunyai lisensi plat dan pengendara harus memakai helm. Pelanggaran atas ketentuan ini akan langsung dikenakan sanksi membayar denda sebesar NTD 300 - NTD 600.

Bagi yang mengendarai di ruas jalan, trotoar atau arcade, sesuai peraturan tata tertib lalu lintas yang ada akan dikenakan denda antara NTD 1.200 -- NTD 3.600. Selain itu, pelanggar dilarang mengemudikan sepeda listrik lagi.

Jika pengendara dalam keadaan mabuk, sanksinya lebih berat lagi. Selain dikenakan denda juga akan dipenjara minimal 2 bulan. Bahkan, apabila pengendaranya seorang TKA, izin kerjanya akan dicabut dan akan dideportasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengendara sepeda listrik meningkat. Termasuk di antaranya pengguna dari para pekerja asing. Banyak TKA yang membeli sepeda listrik dianggap sebagai transportasi yang aman dan praktis untuk dipakai berangkat maupun pulang kerja.

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir banyak kasus pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda listrik, baik penduduk lokal maupun TKA. Sudah banyak TKA yang kehilangan pekerjaan hanya karena pelanggaran saat mengendarai sepeda listrik.

Sebagian dari mereka kurang paham akan peraturan berlalu lintas seperti sering menerobos lampu merah dan/atau mengendarai sepeda listrik dalam keadaan mabuk.(HM)

(RED/FK, 31/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki