Berita > Seputar TKI
Dasiwan, Mantan PMI Taiwan Nyaleg DPRD II Indramayu
31 Jul 2018 14:44:54 WIB | Juwarih | dibaca 974
Ket: Sebelah kiri Dasiwan bersama pengurus SBMI Indramayu dan Kanan Dasiwan menyerahkan formulir pendaftaran Caleg
Foto: Dasiwan
Indramayu, LiputanBMI - Dasiwan (41), mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Taiwan dan juga aktivis buruh migran yang tergabung di Serikat Buruh Migran Indonesian (SBMI) Cabang Indramayu, mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD II Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Mohon doa serta dukungan kepada teman-teman PMI dan keluarganya atas niat saya maju sebagai calon legislatif melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dapil III Indramayu," ucap Dasiwan dalam perbincangan dengan LiputanBMI di kediamannya Desa Gadel, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (39/7/2018).

Dasiwan mengatakan, dirinya maju nyaleg karena terdorong oleh rasa kepedulian dan keprihatinannya terhadap permasalahan masyarakat Indramayu yang bekerja di luar negeri. Dia menganggap isu PMI di daerahnya masih belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten maupun DPRD.

Padahal menurut Dasiwan, animo masyarakat Indramayu yang memilih untuk bekerja di luar negeri sangat tinggi dan selalu menduduki rangking pertama se-Indonesia sebagai daerah pengirim PMI. Lebih dari itu, PMI asal Indramayu juga banyak mengalami masalah.

"Berdasarkan data BNP2TKI, jumlah PMI asal Indramayu mulai Januari hingga Juni 2018 sebanyak 10.220 orang, sedangkan yang bermasalah ada 65 orang. Ini yang tercatat saja. Yang tidak tercatat (unprosesural) saya yakin jumlahnya lebih besar dari ini," kata Dasiwan.

Menurutnya, ini sangat ironis. Sebagai daerah pengirim PMI terbesar dengan jumlah PMI yang bermasalah tertinggi, Pemkab Indramayu sejak dulu sampai sekarang belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang khusus mengatur warganya yang menjadi PMI.

Selain itu Dasiwan juga menyoal anggaran untuk perlindungan PMI yang meliputi sosialisasi dan penangan kasus di tahun 2017. Pemkab Indramayu hanya menganggarkan Rp 50 juta dalam waktu satu tahun.

"Ini bukti Pemkab Indramayu masih belum maksimal dalam menangani persoalan warganya yang menjadi PMI. Anggota DPRD pun masih belum menyuarakan keberpihakannya kepada PMI," tegas Dasiwan.

Hal itulah yang mendorong dirinya untuk maju mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Dasiwan menjadi calon anggota legislatif DPRD II Indramayu melalui PDIP di Dapil III yang meliputi Kecamatan, Sliyeg, Jatibarang, Kertasmaya, Sukagumiwang, Tukdana, Bangodua dan Widasari.

"Komitmen saya, jika nanti diberi kepercayaan dari masyarakat dan terpilih sebagai anggota legislatif saya akan menyuarakan aspirasi warga Indramayu yang bekerja di luar negeri," pungkasnya.


(JWR/FK, 31/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki