Berita > Ekosospol
KJRI Jeddah Kawal Kasus Lakalantas yang Menewaskan Supir Bus Asal Indonesia
30 Jul 2018 20:03:31 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2569
Ket: Mobil yang dikendari alm (kiri). Tim Perbantuan Haji KJRI Jeddah menemui kerabat Almarhum
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi terus mengawal kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan seorang pengemudi bus Saptco,  Mohamad Syafii bin Abdul Gofur,  pada rabu, 25 Juli 2018.
 
Tim perlindungan Warga KJRI Jeddah, Minggu, 29 Juli, mendatangi Perusahaan Otobus (PO) Saptco yang berkantor di Kawasan Taneem, Makkah, guna menindaklajuti kecelakaan tersebut untuk  memperoleh update penanganan kasusnya. Tim diterima Mohammed Jamel Bakour, Kepala Urusan Kepegawaian. 
 
Kepada Tim Perlindungan, Jamel menyampaikan bahwa perusahaan memastikan Almarhum   akan memperoleh hak-haknya, yang terdiri dari sisa gaji,  pesangon sesuai masa kerja, asuransi kecelakaan kerja dari perusahaan, dan uang diyat dari pihak penabrak yang bisa diperoleh melalui proses pengadilan.
 
Perusahaan meminta agar dibuatkan surat kuasa dari ahli waris yang ditetapkan dalam fatwa waris dari instansi berwenang di Tanah Air dan segera mengirimkannya ke KJRI untuk melengkapi berkas penuntutan di pengadilan (mahkamah). 
 
"Kami kawal kasus ini sampai tuntas. Kami terjunkan tim petugas ke Makkah dan Madinah untuk mengurus kasus ini," tandas Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah sebagaimana keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Minggu (30/7/2018).
 
Tim Perbantuan Haji KJRI telah menemui Sasongko Wibowo, adik Mendiang Mohamad Syafii, yang kebetulan sudah tiba di Madinah untuk menunaikan ibadah haji dari Kloter 33 Embarkasi Surabaya (SUB-33). Tujuannya adalah untuk meminta tanda tangannya atas nama keluarga Almarhum, di atas surat pernyataan, bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kakaknya itu untuk dikebumikan di Arab Saudi. 
 
"Karena secara prosedural kami tetap memerlukan tanda tangan persetujuan pemakaman dari pihak keluarga. Kami juga telah berkomunikasi dengan istri Almarhum, Ibu Kiptiyah," ujar Safaat Ghofur, Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga KJRI.
 
Seperti dituturkan oleh Imam Suwandi, rekan kerja Alm. Syafii kepada Tim Perbantuan Haji KJRI di di Madinah, bahwa  kecelakaan maut tersebut terjadi pada hari Rabu, 25 Juli sekitar pukul 13.30,   di jalan raya antara Khulays dan Usfan, yaitu kurang lebih 100 KM ke arah Makkah.
 
Saat itu, sambung rekan sekamar Almarhum ini, sebuah mobil dari arah yang berlawanan (arah Makkah ke Madinah) melaju kencang dan tampak kehilangan kendali. Walhasil, mobil tersebut  menabrak pembatas jalan, lalu menghantam bus yang dikemudikan Almarhum, yang menyebabkan  posisi  supir bus terjepit. Mobil penabrak dan bagian depan bus terbakar seketika. Pria kelahiran Banyuwangi, 5 Oktober 1969, meninggal di lokasi kejadian.
 
Saat kejadian, rombongan yang terdiri dari empat bus itu tengah mengangkut jamaah haji asal Turki dari Madinah menuju Makkah. Bus pertama dikemudikan oleh Almarhum, menyusul di belakangnya bus yang dikemudikan oleh Imam Suwandi.
 
Tim telah menemukan jenazah  mendiang  Syafii di Rumah Sakit Hera dalam kondisi terbakar hangus. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polantas Khulais.

(IYD/IYD, 30/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki