Berita > Seputar TKI
Terkena Stroke, PMI Overstayer di Arab Saudi Butuh Bantuan Pemkab Tanggerang
20 Jul 2018 01:29:35 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 3540
Ket: Anggota BMI-SA saat mengevakuasi Siti Nuraeni dari kontrakan ke RS King Fahad
Foto: LBMI
Jeddah, LiputanBMI - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) overstayer asal Desa Pagedangan Ilir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tanggerang, Banten, Siti Nuraeni binti Rasid saat ini dirawat di RS King Fahad, Jeddah, Arab Saudi karena terkena stroke.

Ketua DPWLN Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia (BMI-SA) Jeddah, Adi Permana mengatakan kondisi kesehatan Siti Nuraeni sangat mengkhawatirkan karena separuh badannya sudah tidak bisa digerakkan.

"Tadi malam 6 anggota BMI-SA membawa Siti ke RS King Fahad. Alhamdulillah dengan izin Allah Siti dapat diterima oleh pihak rumah sakit meski tidak mempunyai iqama," ujarnya saat dimintai keterangan oleh LiputanBMI, Kamis (19/7/2018).

Karena status Siti yang sudah overstayer, lanjut kata Adi Permana, pihak rumah sakit dipastikan akan meminta sisa biaya perawatan. Jika tidak dibayar maka perempuan yang sudah 12 tahun bekerja di Jeddah tersebut tidak akan dizinikan pulang oleh pihak rumah sakit.

"Semalam pihak RS meminta biaya SR 5.000 agar Siti bisa dirawat, tapi setelah anggota BMI-SA lobi maka mereka (Management rumah sakit, Red) menerima biaya awal SR 1.200 dan Siti pun dapat dirawat," terangnya.

Oleh karena itu, Adi Permana berharap Pemkab Tanggerang dapat memberikan bantuan biaya rumah sakit dan biaya kepulangan Siti Nuraeni ke Indonesia.

"Kalau kita lihat Pemkab Karawang dan Purwakarta mereka perhatian dan memberikan bantuan terhadap warganya yang membutuhkan bantuan di Arab Saudi. Saya yakin Pemkab Tanggerang juga demikian. Tadi siang kita sudah koordinasi dengan Koordinator Perlindungan Warga (KPW) KJRI Jeddah, rencananya KJRI akan menghubungi Pemkab Tanggerang, mudah-mudahan ada hasil," pungkasnya.


(IYD/IYD, 20/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki