Berita > Seputar TKI
Gaji Ditahan, PMI Asal NTB 10 Tahun Tidak Bisa Pulang di Arab Saudi
17 Jul 2018 00:14:23 WIB | Juwarih | dibaca 1208
Ket: Kanan Ketua SBMI Mataram, Ramnah Rani Soraya, tengah kakak PMI, Nurhaini, sambil memegang photo Rohaniah, dan sebelah kiri Ayah Kandung PMI, Na'im Sainun
Foto: LiputanBMI
Nasional, LiputanBMI - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat dilaporkan sudah 10 tahun tidak bisa pulang ke Indonesia karena disekap majikan. Selain itu perempuan yang bekerja sebagai PRT di Dammam, Arab Saudi itu juga tidak diberi gaji.

"Saya dapat aduan dari keluarga, bahwa PMI bernama Rohaniah (35) yang bekerja di Dammam, sudah 10 tahun tidak bisa pulang dan belum pernah terima gaji," kata ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Mataram, Ramnah Rani Soraya, kepada LiputanBMI, pada Senin (16/7/2018).

Rani mengatakan, Rohaniah binti Na'im Sainun (35) merupakan warga Dusun Beber, Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang bekerja di Arab Saudi dari Tahun 2008.

Dari keterangan keluarga, kata Rani, Rohaniah sudah lama tidak bisa pulang karena majikan selalu menahan kepulangannya dan juga tidak diberi kebebasan untuk berkomunikasi dengan keluarganya di Lombok.

"Padahal masa kontrak kerjanya sudah habis. Selain itu, majikannya juga menahan gaji serta tidak diberi kebebasan untuk berkomunikasi," tutur Rani.

Rani menyampaikan, setelah beberapa hari dirinya mendapat pengaduan dari keluarga, pada Senin 16 Juli 2018 dengan didampingi keluarga mengadukan permasalahan Rohaniah ke BP3TKI Mataram di Jl. Adi Sucipto No.11, Dayan Peken, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Kami berharap BP3TKI Mataram segera menindaklanjuti pengaduan dari keluarga, agar Rohaniah bisa dipulangkan dengan membawa haknya," harapnya.

Diketahui, Rohaniah bekerja sebagai PRT ke Arab Saudi melalui PT Dasa Graha Utama, dan sejak 8 September 2008 hingga saat ini bekerja pada majikan bernama Saban Dawil Badi Al Syamari, di Dammam, Arab Saudi.
(JWR/IYD, 17/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki