Berita > Haji
Sambut Kedatangan Jemaah Haji, KUH KJRI Jeddah Gelar Program Pembekalan bagi Petugas Haji
15 Jul 2018 03:29:48 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 416
Ket: Pembekalan bagi petugas haji di aula kantor urusan haji KJRI Jeddah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Menjelang kadatangan jemaah haji di Arab Saudi, Kantor Urusan Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KUH-KJRI) Jeddah menggelar program orientasi bagi petugas haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
 
Orientasi yang diselenggarakan di aula KUH-KJRI Sabtu, 14 Juli 2018, diikuti sebanyak 891 petugas yang direkrut dari kalangan WNI mukimin dan mahasiswa, 822 orang dari Kementerian Agama dan 169 orang yang tergabung dalam tim kesehatan haji dari Kementerian Kesehatan.
 
Ketua PPHI Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Bashori, saat menyampaikan laporannya berharap agar para petugas haji tahun ini memiliki kesehatan yang prima, kecerdasan, kecekatan, sensitivitas, empati  yang tinggi agar pelayanan jemaah haji pada tahun ini berjalan lebih baik.
 
Dumyathi juga meminta agar semua petugas  telah memasang aplikasi PPIH  untuk mempermudah koordinasi, komunikasi dan pengawasan sehingga pelayanan bagi jemaah berjalan efektif.
 
"Jadi, semua petugas harus mengikuti ketentuan  sesuai yang tertuang dalam surat pernyataan. Kalau melanggar, kami akan jatuhi sanksi," tegas Dumyathi sebagaimana keterangan tertullis yang diterima LiputanBMI, Sabtu (14/7/2018)..
 
Mengawali sambutannya, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, berpesan agar semua petugas memaknai tugas yang diberikan sebagai peluang untuk ibadah. Oleh karena itu, petugas diajak agar memulai tugasnya dengan niat ibadah.
 
"Bukan niat yang lain-lain, bukan hanya untuk mengejar honor, Bapak-Ibu. Insya Allah akan menjadi amal baik bagi kita semua," pesan Konjen.
 
Konjen, lebih lanjut, mengajak petugas haji agar mengenali  profil jemaah haji Indonesia yang berjumlah 221 ribu dan  terbagi menjadi 204 ribu haji regular dan 17 ribu jemaah haji khusus.
 
"Komposisinya lebih dari 98,37 persen dari 221 ribu itu adalah new comers, orang yang baru pertama kali melaksanakan ibadah haji," tambah Konjen.
 
Selain itu, tambah Konjen, hampir 70 persen dari jemaah sudah berusia lanjut (lansia) yang mempunyai tingkat resiko tinggi, khususnya dari segi kesahatan, dan tentu menjadi tantangan bagi petugas.
 
Karena yang dilayani adalah jemaah haji, petugas dituntut untuk mengetahui rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun ini, selain juga menguasai tata-cara pelaksanaan ibadah haji, termasuk syarat dan rukunnya.
 
Hal lain yang perlu dikenali oleh petugas haji adalah mengenai adat-istiadat dan aturan-aturan negera setempat, termasuk hal-hal yang dilarang, seperti membawa obat-obatan melebihi ketentuan.
 
Petugas juga diminta agar mengantisipasi dampak buruk suhu udara bagi jemaah yang diperkirakan berkisar antara 48 – 50 derajat pada  saat pelaksanaan wukuf pada 9 Dzulhijjah atau diperkirakan jatuh pada 20 Agustus.
 
Petugas juga wajib  mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dan kepada siapa harus melapor bila menghadapi permasalahan di lapangan. Petugas supir, misalnya, harus menguasai medan tugas, mengetahui arah dan alamat, dan tahu di mana seharusnya memarkir kendaraan agar terhindar dari sanksi lalu lintas.
 
Terakhir, yang tidak kalah pentingnya, Konjen Hery menegaskan, harus mengetahui bahwa tugas dan amanah yang diemban oleh para petugas haji adalah tugas mulia. Petugas haji diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi bagi para jemaah haji agar mereka bisa khusuk beribadah dan menjadi haji mabrur. 
 
“Insha Allah, dengan menjadikan jemaah sebagai haji mabrur, balasan dari Allah swt kepada para petugas haji tidak kurangnya dari mereka yang memperoleh haji mabrur,” Jelas Konjen Hery. Oleh karena itu, kerja harus fokus, semangat dan ikhlas.

(IYD/IYD, 15/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki