Berita > Seputar TKI
Didakwa Bunuh Warga Banglades di Malaysia, Fatimah Lolos Hukuman Mati
12 Jul 2018 21:21:42 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2690
Ket: ilustrasi
Foto: google
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Fatimah binti Mojdarel (39), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang laki-laki warga negara Banglades dengan menyiram bensin dan membakarnya di Pulau Pinang, Malaysia lolos dari hukuman mati.

Dalam persidangan di Mahkamah Tinggi Pulau Pinang, Kamis (12/7), Hakim Datok Ahmad Shahrir bin Mohd Salleh memvonis Fatimah tujuh tahun penjara terhitung sejak tanggal penangkapan pada 4 April 2015.

Pada awalnya, jaksa telah mendakwa Fatimah dengan Pasal 302 Kanun Keseksaan (semacam KUHP, Red) dengan ancaman hukuman mati.

Namun, dalam serangkaian persidangan yang telah menghadirkan 13 orang saksi itu pengacara Fatimah terus mengajukan permohonan untuk mengubah dakwaan dari pasal 302 ke Pasal 304B. Bahkan, pengajuan permohonan tersebut dilakukan hingga tiga kali.

“Fatimah akhirnya mendapat dakwaan alternatif Pasal 304B dan divonis tujuh tahun penjara,” kata Saiful Aiman, WNI asal Jawa Timur yang hadir ke Mahkamah Pulau Pinang sebagai penerjemah, Kamis (12/7).

Kasus pembunuhan yang dilakukan Fatimah terjadi pada 4 Januari 2015 sekitar pukul 07.30 pagi di depan Kondominium Lot 848 Mukim 5 Jalan Berjaya Indah Bukit Mertajam, Pulau Pinang.

Ketika itu, Fatimah menghentikan sepeda motor yang dinaiki korban kemudian menyiramkan bensin dan membakarnya. Warga Banglades bernama Raju itu meninggal dunia pada 8 Februari 2015 setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bukit Mertajam.

“Motif pembunuhan yang terungkap di pengadilan karena persoalan gaji tidak dibayar. Korban merupakan seorang pemborong bangunan dan Fatimah adalah pekerjanya,” jelas Saiful yang juga Ketua DPC PKB Malaysia.




(FK/FK, 12/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki