Berita > Seputar TKI
PPI Sulsel Minta Kepolisian Usut Tuntas Kecelakaan Kapal Lestari Maju
04 Jul 2018 01:09:09 WIB | Syafii | dibaca 764
Ket: KM Lestari Maju
Foto: SulselSatu
Nasional, LiputanBMI - Tragedi laka laut yang menimpa Kapal Motor (KM) Lestari Maju yang mengangkut ratusan penumpang dan puluhan kendaraan bermotor saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan kembali menelan korban jiwa.

 

 

Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Sulawesi Selatan mengaku sangat menyesalkan terjadinya kecelakan kapal tersebut dan turut berduka atas meninggalnya para korban.

 

 

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menerima cobaan serta bagi para korban yang selamat semoga mendapatkan penanganan yang baik dan cepat,” ujar Pembina PPI Sulsel, Syarifuddin B. Kaniyu, kepada LiputanBMI, Selasa (3/7/18) malam.

 

 

Menurut Kaniyu, dalam sebulan ini saja telah tiga kali kecelakaan kapal terjadi di perairan Indonesia yang menelan korban jiwa dan harta benda.

 

 

“Hati kami miris melihat kenyataan ini. Presiden Jokowi telah menggaungkan  poros maritim dunia di Indonesia, tetapi lagi-lagi kecelakan kapal masih sering terjadi. Kita ketahui 80% kecelakaan kapal terjadi akibat kesalahan manusia, 20% itu di akibatkan oleh alam,” ungkapnya.

 

 

Masih kata Kaniyu, kesalahan-kesalahan manusia mencakup dalam hal sistem manajemen keselamatan kapal yang mana awak kapal yang kurang cakap. Selain itu, birokrasi yang korup yang mengunakan kolusi dalam kepengurusan dokumen perkapalan, sehingga mengabaikan keselamatan pelayaran itu sendiri.

 

 

“Kita adalah negara maritim. Penyambung transpotasi mengunakan kapal laut, maka perlu adanya keseriusan pemerintah membenahi instansi-instansi terkait mengenai keselamatan pelayaran kapal,” tegasnya.

 

 

PPI Sulsel menyatakan bahwa gaungan tentang poros maritim hanya akan jadi sebuah celoteh kosong dari pemerintah jika tidak diimbangi dengan upaya penegakkan hukum di laut dan upaya serius dalam meningkatkan sumber daya manusia di bidang kepelautan.

 

 

“Bagaimana kita mau mempromosikan profesionalisme kepelautan kita ke dunia internasional, sedangkan di nasional saja regulasi keselamatan pelayaran kita jauh di bawah standard?” tanya Kaniyu.

 

 

Pemerintah dan perusahan pelayaran mungkin tidak pernah mengambil pembelajaran (lesson learn) atas setiap kecelakaan kapal yang terjadi agar dapat membenahi kekurangan-kekurangan tentang keselamatan pelayaran. Lahirnya Solas ( safety of life at sea) karena ada kecelakan pelayaran, sehingga dari tahun ketahun ada pembelajaran dan perbaikan keselamatan yang dipetik agar kejadian serupa tidak terulang atau paling tidak bisa meminimalisir kecelakan. terjadinya kecelakaan kapal bukan hanya menelan korban jiwa, tapi dampak lingkungan dan ekosistem laut juga akan rusak akibat polusi tumpahan minyak.

 

 

“Kami segenap Pengurus PPI Sulsel menyerahkan kepada pihak kepolisian dan instansi terkait untuk mengusut tuntas dan membuka selebar-lebarnya kasus kecelekaan kapal di perairan Selayar agar dapat menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang terlibat” pungkasnya.
(IS/IS, 04/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki