Berita > Seputar TKI
KJRI Jeddah Berhasil Upayakan Rp 851 Juta Gaji Dua PMI
30 Jun 2018 05:47:01 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1151
Ket: Ahmad Alharbi (Anak majikan Almh Ami Nurhayati) diterima Konjen RI Jeddah di WIsma Konjen
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah berhasil mengupayakan pembayaran uang sebesar SR 233.200 atau setara Rp 851.180.000 dari majikan bagi dua Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kedua PMI tersebut adalah Almarhumah Emi Nurhayati bt Atim Rukman (ENAR) dan Almarhumah Mamah Bt Nalim (MN).
 
Pertama adalah uang senilai SR 83.200  atau setara Rp 303,680,000 untuk Almarhumah Emi Nurhayati bt Atim Rukman. Uang tunai yang terdiri dari gaji SR 79.200  dan uang kerahiman (santunan) SR 4.000 itu diserahkan majikan pada 14 Mei 2018. Ajal tidak bisa ditolak, dua hari kemudian perempuan kelahiran Purwakarta, 17 November 1972, ini meninggal dunia.
 
Ia sempat  dirawat di RSU Dhuba, Tabuk, selama empat bulan karena menderita sakit cerebral atrophy (atrofi otak).
 
Anak majikan, Ahmad Al-Harbi, datang ke KJRI untuk menyerahkan uang kerahiman sebesar SR 4.000l dan diterima langsung oleh Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.
 
Dalam pertemuan singkat pada 7 Juni itu, Konjen mengapresiasi itikad baik keluarga majikan yang begitu perhatian terhadap Almarhumah Emi, yaitu dengan merawat dan  memenuhi hak-haknya serta  memberikan uang santunan.
 
"Yang terjadi kepada Almarhumah adalah takdir. Manusia bisa meninggal kapan saja dan di mana saja. Kami mewakili keluarga Almarhumah menyampaikan terima kasih dan memohonkan doa untuk Almarhumah," ucap Konjen kepada Alharbi sebagaimana keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Sabtu (29/6).
 
KJRI akhirnya mentransfer uang gaji dan uang kerahiman Almarhumah pada 26 Juni ke rekening ahli waris di Indonesia berinisial M.
 
Selain gaji dan uang santunan, KJRI Jeddah juga berhasil mengupayakan uang diyat seorang PMI, Mamah Bt Nalim (MN), senilai SR 150.000 atau setara Rp 547.500.000.
 
Uang diyat itu berhasil diperoleh setelah majelis hakim mahkamah umum Mekkah menjatuhkan vonis bersalah atas terdakwa seorang warga negara Saudi berinisia SSB. Terdakwa diwajibkan membayar uang diyat kepada ahli waris korban melalui Perusahaan Asuransi United Cooperative Assurance sesuai surat jaminan asuransi yang dimiliki terdakwa.
 
Menurut Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler-1/Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga (KPW) KJRI Jeddah, besaran uang diyat tersebut telah dikirimkan kepada rekening ahli waris MN berinisial AN pada Rabu, 13 Juni 2018.
 
Bersama majikan sekeluarga, Almarhumah MN (42) mengalami kecelakaan lalu lintas pada 15 Agustus 2013. Nahas bagi perempuan asal Karawang, Jawa Barat, ini. Berselang  sehari pasca kejadian, nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal di rumah sakit King Abdulaziz, Mekkah. Atas persetujuan dan keinginan ahli waris, jenazah MN dimakamkan di Mekkah.
 
Diperoleh keterangan dari tim perlindungan KJRI Jeddah, pengurusan gugatan diyat MN sempat mengalami banyak kendala.  MN tidak memiliki paspor sebagai dasar penerbitan sertifikat kematian yang menjadi salah satu dokumen wajib untuk melengkapi berkas gugatan ke pengadilan.
 
Berkat komunikasi baik antara tim perlindungan KJRI Jeddah dengan pihak kepolisian, berkas gugatan dapat dilimpahkan ke Pengadilan Mekkah. Pengadilan akhirnya menetapkan keputusan yang mewajibkan terdakwa membayar uang diyat kepada ahli waris korban.
 
Besaran uang yang menjadi hak Almarhumah Mamah Bt Nalim tersebut akhirnya dikirimkan pada 13 Juni 2018  oleh KJRI  Jeddah ke rekening ahli waris korban berinisial AN.
 
(IYD/IYD, 30/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki