Berita > Komunitas
Tingkatkan Kualitas SDM Anggota, SBMI Adakan Workshop Capacity Building
28 Jun 2018 19:27:21 WIB | Juwarih | dibaca 745
Ket: Workshop Capacity Building SBMI di hotel Swiiss-Belresidences Jl. Raya Kalibata No. 22 , Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, pada 25-27 Juni 2018.
Foto: Serikat Buruh Migran Indonesia
Jakarta, LiputanBMI - Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus dan anggotanya Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengadakan Workshop Penguatan Keorganisasian/capacity building di hotel Swiiss-Belresidences Jl. Raya Kalibata No. 22 , Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, pada 25-27 Juni 2018.

"Peserta yang hadir dalam workshop ini dari beberapa perwakilan pengurus daerah se-Indonesia, walaupun tidak semuanya kami undang namun dipastikan yang datang sudah memenuhi kuorum yaitu 50% + 1," ucap ketua umum SBMI, Hariyanto, kepada LiputanBMI melalui pesan elektronik, pada Rabu (27/6/2018).

Hariyanto menjelaskan, materi dalam kegiatan tersebut membahas tentang rancangan SOP penanganan kasus, SOP administrasi dan keuangan, serta peraturan organisasi (PO) tentang Fundraising atau Pemberdayaan Ekonomi secara nasional.

Dengan tujuan ke depannya pengurus SBMI mampu menjalankan mekanisme dan tata cara yang lebih baik dalam mengadvokasi kasus, memenej keuangan mulai dari penerimaan dana maupun dalam pencatatan penggunaannya.

"Selama ini SBMI berjalan dengan masing-masing SOPnya sendiri-sendiri di tiap daerah sehingga kami rasa perlu dikolektifkan dalam sebuah SOP yang disepakati bersama, di tingkat nasional" kata pria kelahiran Malang tersebut.

Hariyanto mengakui organisasi yang dipimpinnya tersebut masih banyak kelemahan-kelemahan dalam hal penanganan kasus pekerja migran Indonesia (PMI) mulai dari proses identifikasi, penanganan sampai pada proses pendokumentasian kasus dan mendokumentasikan kasus baik dalam aplikasi maupun dalam form-form yang sudah disediakan oleh organisasi termasuk pembiayaan penanganan kasus.

"Agar transfaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum SBMI yang ingin mendapatkan keuntungan individu dalam penanganan kasus, kiranya perlu dibahas dan disepakati bersama dalam bentuk SOP," jelas mantan PMI Arab Saudi.

Kegiatan selama tiga hari tersebut SBMI telah menghasilkan instrumen kebijakan secara nasional (SOP) tentang penangan kasus PMI, administrasi dan keuangan organisasi, serta fundraising dan pemberdayaan ekonomi. untuk memperjelas mekanisme dan tata cara baik dalam penerimaan dana maupun dalam pencatatan penggunaannya.

"Alhamdulillah kegiatannya berjalan dengan lancar dan telah menghasilkan beberapa instrumen kebijakan nasional dan wajib dijalankan oleh semua anggota SBMI di tingkat nasional, daerah, maupun perwakilan di luar negeri,"tutupnya.
(JWR/IYD, 28/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki