Berita > Seputar TKI
Percaya Diajak Teman FB Tanam Saham, PMI di Abu Dhabi Tertipu Rp 200 Juta
10 Jun 2018 22:57:00 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2400
Ket: bukti pengiriman uang yang dikirim SA dan profil teman Fb yang menipunya
Foto: SA
Dunia, LiputanBMI - Maksud hati ingin menginvestasikan hasil jerih payah selama bekerja di negeri orang agar di kampung halaman bisa mendapat penghasilan sehingga dapat berkumpul keluarga dan tidak perlu lagi kembali menjadi pekerja migran.

Namun, akibat kecerobohan karena terlalu percaya dengan orang yang dikenal melalui dunia maya, uang yang dikirim setiap bulan hingga mencapai Rp 200 juta melayang.

Hal tersebut dialami oleh seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi, Jawa Barat, berinisial SA yang bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kisah pilu SA berawal dari saran dan nasihat seorang teman yang ia kenal melalui Facebook untuk memanfaatkan uang hasil kerjanya dengan cara ikut menanam saham di perusahaan milik temannya itu.

“Dia ngajak aku untuk invest dan bekerja sama dengan cara ikut menanam saham di perusahaan yang katanya miliknya. Dia selalu ngasih nasihat dan semangat demi masa depan anakku. Aku ikutin saja, apalagi dia ngasih cara yang mudah dan pembayarannya bisa dicicil,” tutur SA.

Tidak seperti kisah cinta dunia maya yang banyak memakan korbam PMI perempuan karena terpedaya dan termakan rayuan seorang laki-laki di dunia maya, SA mengaku tak pernah menyangka dirinya akan tertipu karena si penipu itu seorang perempuan.

“Aku gak menyangka bakal tertipu seperti kebanyakan perempuan yang tertipu oleh bujuk rayu laki-laki di dunia maya. Nama FB-nya Helda Nada dan sekarang berganti nama Intan Indah Sari. Dia betul-betul seorang perempuan karena aku beberapa kali berkomunikasi melalui telepon,” katanya.

Lebih lanjut SA menceritakan, ia mulai berteman dengan Intan Indah Sari di FB pada tahun 2011. Sejak tahun 2016, ia mulai mengirim uang secara bertahap dari Rp 15 juta, Rp 20 juta, dan yang terbesar sekali kirim Rp 40 juta hingga total keseluruhan sebesar Rp 200 juta.

Si penipu, kata SA, menjanjikan akan memberi 10% dari keuntungan bersih perusahaan setiap bulannya dan ia juga akan dipekerjakan di perusahaan itu dengan menerima gaji Rp 5 juta per bulan.

Akan tetapi, setelah segala permintaan dan persyaratan dituruti, Si Penipu mulai sulit dihubungi. Bahkan, ketika SA pulang dari Abu Dhabi pada Januari 2018 lalu dan bermaksud menemui untuk menandatangani surat perjanjian sebagaimana yang dikatakan Si Penipu, nomor teleponnya tidak bisa dihubungi.

“Kenal baik dari tahun 2011, aku baru sadar kalau tertipu pada Januari 2018. Kebaikan atas semua kata-kata yang dia ucapkan, nasihat serta dukungan juga motivasi yang dia berikan ternyata hanya pancingan belaka,” keluhnya.

Saat ini, SA telah berangkat lagi ke Abu Dhabi, kembali bekerja di tempat majikannya dulu sebagai PRT.

SA berharap kejadian yang ia alami menjadi pelajaran berharga, khususnya bagi PMI perempuan untuk tidak mudah percaya dengan orang yang dikenal melalui dunia maya, meskipun orang tersebut kelihatannya baik.

“Dengan pemberitaan ini aku berharap tidak ada lagi yang menjadi korban. Jangan mudah percaya dengan orang yang kita kenal melalui Facebook karena nyatanya, oleh seorang perempuan pun aku bisa menjadi korban . Biarlah, cukup aku saja yang menjadi korban, jangan ada lagi,” pesan SA.

(FK/FK, 10/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki