Berita > Haji
KJRI Jeddah Imbau Jemaah Haji Indonesia Pulang Tepat Waktu
31 May 2018 23:48:32 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1160
Ket: Konjen M. Hery aripudin saat membuka Aanwijing bagi peserta penyedia katering haji dan pameran produk makanan Indonesia
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal RI di Jeddah untuk kesekian kalinya mengimbau jemaah umrah Indonesia agar mematuhi aturan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi.
 
Imbauan itu disampaikan Konjen Mohamad Hery Saripudin menyusul keluarnya peringatan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi atau Jazawat  Arab Saudi yang akan menjatuhkan sanksi tegas bagi jemaah umrah yang tidak segera meninggalkan negara itu sebelum masa berlaku visanya habis.
 
Dilansir dari harian Saudi Gazette yang terbit Kamis, 31 Mei 2018, Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi atau Jazawat  Arab Saudi  akan mengenakan denda SR 50 ribu atau setara Rp 158 juta  dan 6 bulan penjara bagi jemaah umrah yang tidak segera meninggalkan Arab Saudi setelah masa berlaku visanya habis.
 
Oleh karena itu, Dirjen Imigrasi Arab Saudi meminta jemaah agar mematuhi jadwal perjalanan dan meninggalkan negara itu sebelum masa berlaku visanya habis.
 
Selain itu, jemaah umrah dilarang melakukan perjalanan di luar kawasan Makkah, Jeddah dan Madinah.
 
"Setiap usai pelaksanaan ibadah haji, kami selalu disibukkan dengan permasalahan sebagian warga kita yang nekat melakukan ibadah haji dengan visa umrah dan visa non-haji. Akibatnya, mereka stranded, tertahan kepulangannya," tegas Konjen dalam keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Kamis (31/539 .
 
Konjen menekankan agar masyarakat Indonesia yang hendak melaksanakan ibadah di tanah Suci mematuhi dan menghormati peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
 
"Marilah kita beribadah sesuai  prosedur yang telah diatur pemerintah setempat," tandas Konjen.
 
Seperti disebutkan di harian Saudi Gazette, Pemerintah Saudi telah mengeluarkan peringatan bagi warganya agar tidak mengangkut, mempekerjakan, memberikan tempat tinggal atau menyembunyikan warga asing pemegang visa umrah yang telah kadaluarsa.
 
Otoritas Jenderal Statistik atau General Authority for Statistics (GaStat) menyebutkan, tahun 2017 terdapat 19.079.306 orang jemaah yang menunaikan ibadah umrah.
 
Laporan statistik tersebut mengutip data dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang menyebutkan bahwa sebanyak 6.532.074 jemaah umrah berasal dari luar Arab Saudi.
 
Konsulat Jenderal RI Jeddah memperkirakan jemaah umrah, termasuk yang menggunakan visa ziarah, asal Indonesia pada tahun 2017 berjumlah 1 juta orang.

(IYD/IYD, 31/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki