Berita > Ekosospol
Topan Mekunu Menguat di Timur Tengah, 40 Orang Hilang
26 May 2018 18:05:14 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1993
Ket: Sebuah gambar yang diambil pada 25 Mei 2018, menunjukkan ombak tinggi yang pecah di sepanjang pantai di kota Salalah di bagian selatan saat negara itu bersiap-siap untuk menghadapi Siklon Mekunu. (AFP)
Foto: Arab News
Jeddah, LiputanBMI - Hujan deras dapat menyebabkan banjir bandang di beberapa bagian Arab Saudi saat siklon tropis Mekunu melanda Oman, Sabtu (26/5). Siklon tersebut telah menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah negara tersebut.

Dilansir di Arab News, Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Saudi mengatakan topan di Laut Arab bergerak dari utara ke barat laut dengan kecepatan angin hingga 160 kilometer per jam di pusatnya. Prakiraan cuaca menyebut topan akan berubah menjadi badai tropis.

Sejumlah wilayah Arab Saudi akan dilanda hujan lebat hingga Selasa depan. Otoritas akan mengeluarkan laporan cuaca harian dan peringatan melalui sistem peringatan dini di situs dan outlet media sosial untuk membuat penduduk waspada dan melek informasi.

Pengamatan terbaru menunjukkan pusat topan telah mencapai pantai dari Provinsi Dhofar. Ribuan warga dekat pesisir dalam dua provinsi telah dievakuasi.

Dilansir Washington Post, siklon merupakan salah satu yang terkuat dan menyapu sejumlah negara termasuk Uni Emirat Arab, Yaman, Oman dan Sudan. Sejauh ini, 40 orang dilaporkan hilang, termasuk penduduk Yaman, India dan Sudan. Satu orang anak berusia 12 tahun dilaporkan meninggal.

Banjir bandang telah menyapu ribuan tempat dan sejumlah tempat publik lumpuh. Bandara Internasional Salalah di Oman tutup sementara. Pelabuhan Salalah juga tidak beroperasi.

Jalan-jalan sepi, sejumlah pembangkit listrik mati dan pekerjaan konstruksi terbengkalai. Sejumlah warga melaporkan banyaknya pohon yang tumbang dan beberapa mobil bisa terbalik.

Perkiraan cuaca di Oman menyebut curah hujan akan mencapai sedikitnya 200 milimeter. Artinya, Oman akan ditimpa curah hujan dua kali lebih besar dalam satu tahun tersebut dalam beberapa hari saja.

Kepolisian dan lembaga tanggap bencana siap siaga menerima banyak laporan. Dalam Twitter-nya, Royal Oman Police mengonfirmasi seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang meninggal karena angin membuatnya menabrak dinding.

Sumber: Republika
(IYD/IYD, 26/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki