Berita > Seputar TKI
Diduga Direkrut secara Ilegal ke Malaysia, 2 PMI Asal Banyuwangi Dipulangkan KJRI Kinabalu
20 May 2018 00:12:40 WIB | Juwarih | dibaca 928
Ket: P4TKI Bayuwangi saat serah terima PMI dengan keluarga disaksikan pengurus SBMI Bayuwangi
Foto: SBMI
Nasional, LiputanBMI - Dua orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Banyuwangi yang direkrut secara unprosedural ke Malaysia telah berhasil diselamatkan dan dipulangkan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kinabalu ke Indonesia, pada Jumat (18/5/2018).

Sesampainya di Bandara Juanda keduanya dijemput oleh pegawai LP3TKI Surabaya dan keluarganya. Kemudian dilimpahkan ke P4TKI Bayuwangi dan diserahkan kepada pihak keluarga dengan disaksikan pengurus SBMI Cabang Banyuwangi.

Tim Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Muhammad Koim mengatakan, kedua PMI tersebut bernama Mukiyem dan Sri Yuniarti warga Dusun Simbar I, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Kedua PMI tersebut masih satu keluarga, yaitu merupakan ibu dan anak yang direkrut oleh Ary dan Ida, perekrut asal Kecamatan Karangsari, Kabupaten Banyuwangi," ungkap pria yang akrab dipanggil Koim tersebut.

Koim menduga, keduanya adalah korban perekrutan unprosedural yang terindikasi korban tindak pidana perdagangan orang dengan melihat beberapa unsur yaitu cara perekrutan, proses dan eksploitasinya.

"Kedua perekrut tersebut dapat dijerat dengan Pasal 69 jo Pasal 81 UU No. 18 tahun 2017 tentang PPMI dan Pasal 4 UU No. 21 tahun 2007 tentang TPPO," jelasnya

Diketahui, awalnya kedua PMI tersebut direkrut oleh Ary dan Ida dengan dijanjikan akan di berangkatkan ke Hong Kong, namun setelah keduanya menerima uang fee sebesar Rp 5 juta, pihak sponsor meminta mereka untuk siap ditempatkan ke Malaysia jika mundur dari proses sebagai calon PMI keduanya akan dikenakan denda.

Pada November 2017 keduanya di berangkatkan ke Sabah, setibanya di Malaysia dipekerjakan di tempat yang berbeda dan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh pihak perekrut

Kemudian Tukirin, suaminya Mujiyem sekaligus ayah kandung Sri Yuniarti mengadukan permasalahan Istri dan anaknya ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Banyuwangi.
(JWR/IYD, 20/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki