Berita > Seputar TKI
Warga Ponorogo yang Stroke di Malaysia Ternyata 18 Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga
12 May 2018 22:39:19 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 878
Ket: Yanti ketika terbaring di RS (kiri) dan ketika bertemu keluarganya (kanan)
Foto: dook. KOWIKACU
Nasional, LiputanBMI - Warga Ponorogo, Jawa Timur bernama Yanti (60) yang sebelumnya diberitakan dirawat di Hospital Sultanah Aminah, Johor, Malaysia karena penyakit stroke dan dipulangkan ke Indonesia pada Rabu (9/5) lalu ternyata telah hilang kontak dengan keluarganya selama 18 tahun.

Meskipun dalam kondisi sakit, kepulangan warga Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Ponorogo tersebut disambut gembira oleh keluarganya.

“Alhamdulilah kami atas nama keluarga sangat senang telah dipertemukan kembali dengan Bu Yanti. Selama ini keluarga sangat mengharapkan kepulangan beliau sebab hampir 18 tahun kami kehilangan kontak. Untuk perawatan Bu Yanti akan kami lanjutkan di rumah sakit yang ada di Ponorogo,” kata Sundari, keponakan Yanti ketika dihubungi LiputanBMI, Jumat (11/5).

Atas nama keluarga, Sundari mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu biaya perawatan Yanti di Malaysia hingga bisa dipulangkan ke kampung halamannya.

“Kami atas nama keluarga Bu Yanti sangat berterima kasih atas bantuan teman-teman yang ada di Johor dan semua pihak yang membantu proses pemulangan hingga Bu Yanti bisa berkumpul kembali dengan keluarga di Ponorogo,” ujarnya.

Baca: Stroke di Malaysia, Nenek 60 Tahun Asal Ponorogo Butuh Bantuan Bayar Biaya RS

Senada dengan Sundari, Kepala Desa Semanding, Suntoyo ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Jumat (11/5) malam juga mengaku gembira ketika mendengar kabar ada warganya yang 18 tahun hilang kontak dipulangkan dari Malaysia.

“Pada awalnya saya terkejut dan bingung apakah betul itu Bu Yanti, karena sudah lebih 17 tahun tidak ada kabar. Apalagi mendengar kabar dia sakit, saya merasa prihatin sekali. Sebagai kepala desa, saya mengucapkan beribu ribu terima kasih kepada semua pihak yangg telah membantu Bu Yanti mulai dari sakit sampai pulang ke Ponorogo,” kata Suntoyo.

Kades Suntoyo mengimbau warga Ponorogo yang berangkat ke luar negeri menjadi TKI agar mengikuti prosedur sesuai dengan peratutran perundang-undangan yang berlaku sehingga kalau mengalami masalah ada pihak yang bertanggung jawab.

“Saya memberi imbahuan kepada semua warga Ponorogo khususnya warga Desa Semanding kalau pergi ke luar negeri ikutilah prosedur dan menaati peraturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah, baik pemerintah Indonesia maupun peraturan di negara tujuan,” imbau Kades Suntoyo.


(FK/FK, 12/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki