Berita > Ekosospol
Konjen RI Jeddah Ajak Syekh Ali Jaber Bimbing Masyarakat WNI di Arab Saudi
30 Apr 2018 15:00:07 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 927
Ket: Konjen dan Syekh Ali Jaber berbincang keagamaan di wilayah KJRI Jeddah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengajak ulama dan dai kondang Tanah Air, Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau yang akrab disapa Syekh Ali Jaber, untuk turut berperan membimbing masyarakat Indonesia di Arab Saudi.
 
Ajakan kerja sama itu disampaikan Konjen saat menerima kunjungan kehormatan dai kenamaan itu di ruang kerjanya pada Minggu, 29 April 2018. Kehadiran tokoh agama kelahiran Madinah 1976 itu mendapat sambutan hangat dari jajajaran staf KJRI Jeddah.
 
Di sela-sela kunjungannya ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia  (KJRI) Jeddah,  Syekh Ali Jaber menyempatkan diri mampir di ruang pelayanan keimigrasian dan berbicang-bincang dengan para pemohon pelayanan keimigrasian yang hadir pada saat itu.
 
Ia melihat langsung pelayanan keimigrasian di KJRI Jeddah, baik bagi WNI yang tengah mengajukan permohonan penggantian paspor maupun warga negara asing yang mengajukan permohonan visa.
 
Ia memuji fasilitas pelayanan keimigrasian KJRI Jeddah yang menghadirkan kenyamanan bagi tamu, seperti ruang tunggu yang luas dan nyaman, ruang khusus bagi ibu menyusui, ruang konsultasi, dua musholla, pelayanan fotokopi mandiri secara gratis, nomor antrean elektronik dan lain-lain yang dinilainya tidak saja memberikan kemudahan tapi juga membuat antrean pemohon menjadi tertib. 
 
Dalam pertemuan singkat dengan Konjen, dai kondang yang kerap muncul di layar kaca ini menceritakan kiprahnya di Tanah Air dalam membina umat melalui kegiatan dakwahnya.  Ia juga mengungkapkan berbagai program pendidikan agama yang kini tengah ia rintis bersama masyarakat dan tokoh masyarakat di Indonesia, antara lain, pendirian yayasan sosial, panti asuhan yatim piatu, gerakan tahfiz Qur'an dan bedah rumah bagi kaum duafa.
 
"Kami lagi merintis program tahfiz Qur'an. Targetnya mencetak satu juta hafiz Qur'an dalam lima tahun ke depan. Kami juga lagi menjajaki kerja sama dengan Dr. Abdullah Basfar, Ketua Lembaga Tahfiz Internasional yang berkedudukan di Jeddah," ujar pria keturunan Yaman yang kini tengah merintis pendirian lembaga waqah produktif ini.
 
Selain itu,   Syekh Ali Jaber berbagi kisah dengan Konjen seputar perjalanan dirinya menginjakkan kaki di Bumi Nusantara. Dia mulai banyak menghabiskan waktunya berdakwa di Indonesia pada tahun 2008, yaitu di usianya 32 tahun.
 
Karena penyampaian dakwahnya yang menyejukkan dan dinilai tulus membimbing umat di berbagai pelosok daerah di Indonesia, pria yang beristerikan perempuan asal Lombok NTB ini mendapatkan hadiah istimewa pada tahun 2011 dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu  status kewarganegaraan Indonesia.
 
Konjen menyambut baik program-program pembinaan umat yang tengah dirintis oleh Syekh Ali Jaber dan menyatakan komitmen KJRI Jeddah untuk mendukung program-program tersebut, khususnya bagi kalangan generasi muda.
 
"Pokoknya kami dukung penuh setiap program yang dapat mengangkat nama bangsa Indonesia di Arab Saudi. Kalau perlu bantuan, let me know, " tegas Konjen sebagaimana keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Senin (30/4/2018).
 
Selain itu, Konjen berharap agar Syekh Ali Jaber menyisihkan  waktu di sela- sela kunjungannya ke Arab Saudi untuk ikut berperan memberikan pembinaan keagamaan bagi masyarakat Indonesia di Jeddah dan kota-kota sekitarnya.
 
Secara khusus, Konjen mengundang Syekh Ali Jaber untuk mengisi siraman rohani di sela-sela rangkaian kegiatan keagamaan bulan suci Ramadan yang diselenggarakan secara rutin di Balai Nusantara Wisma Konjen RI Jeddah.
(IYD/IYD, 30/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki