Berita > Olahraga
KJRI Jeddah Apresiasi Turnamen Catur yang Diselenggarakan BMI-SA
28 Apr 2018 06:12:29 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 541
Ket: Konjen Hery (kiri) saat memberikan kata sambutan di depan puluhan peserta turnamen catur
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memfasilitasi kejuaraan  catur yang diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh organisasi Buruh Migran Indonesia Saudi Arab (BMI-SA). 

Kejuaraan yang diikuti sebanyak 50 pecatur dari kalangan buruh migran Indonesia yang tinggal di Jeddah dan sekitarnya digelar Jumat pagi, 27 April 2018, di Gedung Serba Guna KJRI.

Ketua penitia penyelenggara, Hasan Sugiri menyatakan bahwa selain mendapat dukungan dari KJRI Jeddah dan sejumlah sponsor, pihak panitia juga mendapatkan dukungan dari Federasi Catur Saudi (Saudi Chess Federation) yang miminjamkan jam catur, papan dan buah catur yang pernah digunakan oleh para grandmaster dunia.

Hasan berharap agar seluruh peserta dapat bermain sportif penuh strategi dengan menaati peraturan, sehingga diharapkan lahir para pecatur handal dari kalangan buruh migran Indonesia di Arab Saudi. 
 
"Kita (berharap) mendapatkan master migran yang ada di Arab Saudi," ucap Hasan saat menyampaikan sambutan.

Ditambahkan Iyad Wirayuda, sekretaris panitia, bahwa peserta yang juara kali ini diharapkan dapat diikutsertakan dalam kejuaraan catur antar ekpatriat di Arab Saudi.

Senada dengan ketua panitia, Konjen juga mengajak agar para peserta yang bertanding menjaga nilai-nilai sportivitas. Konjen meyakini para peserta kejuaraan catur ini adalah mereka yang memiliki pola-pola pemikiran yang strategis.
  
"Apalagi olahraga ini membutuhkan otak (kecerdasan) bukan otot (kekuatan fisik)," ucap Konjen dalam keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Jumat (27/4/2018).

Konjen juga mengapresiasi upaya BMI-SA yang berinisiatif melakukan komunikasi dengan Saudi Chess Federation sehingga memperoleh dukungan dan perhatian dari salah satu organisasi cabang olahraga nasional Saudi tersebut. 

Selaras dengan slogan yang diusung Gen's Una Sumus atau kita adalah satu keluarga,  Konjen mengajak para peserta dan masyarakat yang turut menyaksikan jalannya turnamen agar memperkuat semangat kebersamaan dan tidak berperilaku dan bertutur kata yang berpotensi memicu perpecahaan dan ketidakharmonisan sesama WNI di Arab Saudi.

Kejuaraan ini, demikian Konjen,  sejatinya bukan semata persoalan kalah menang. Keberadaan para peserta dan pihak penyelenggara dalam kegiatan satu ini karena merasa satu keluarga. 

"Jadi sekali lagi kita ini sebagai satu saudara, tolong jaga kerukunan. Apalagi kita di negara Saudi. Tunjukkan bahwa warga Indonesia adalah warga yang punya adab, warga yang saling tolong menolong. Bukan warga yang bringasan, bukan warga sok-sok jadi jagoan," ucap Konjen mengingatkan warga agar berhati-hati dalam berucap dan bertindak.

Pernyataan itu disampaikan Konjen untuk menyikapi maraknya ujaran atau komentar-komentar yang belakangan ini ramai di media sosial yang mengarah kepada tindakan saling hujat dan menimbulkan perpecahan. 

"Kalau ada yang (melayangkan) pengaduan, bisa kena delik pidana. Karena kita punya undang-undang  Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Konjen. 

Selain memboyong  tropi kejuaraan, para pemenang juga dapat membawa pulang berbagai hadiah menarik, antara lain,  iphone, tv LED dan  laptop.
(IYD/IYD, 28/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki