Berita > Seputar TKI
Lagi, TKI Asal Indramayu 10 Tahun Hilang Kontak di Abu Dhabi
27 Apr 2018 19:08:12 WIB | Juwarih | dibaca 1574
Ket: Ibu Kastilem sedang memegah photo anaknya yang bernama Sunerih (PMI Hilang Kontak 10 Tahun di Abu Dhabi)
Foto: LBMI
Indramayu, LiputanBMI - Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor informal/pekerja rumah tangga (PRT) asal Indramayu yang hilang kontak di Timur Tengah terus bertambah dan seolah tak pernah ada habisnya.

Terbaru, TKI bernama Sunerih binti Casran (36) dikabarkan 10 tahun tidak diketahui keberadaannya di Abu Dhabi.

Warga Blok Waru I, RT 001, RW 008 Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tersebut komunikasi terakhir dengan keluarganya melalui telepon pada 21 Februari 2008.

Seperti disampaikan oleh Kastilem, ibu kandung Sunerih, ketika itu ia berpamitan kepada keluarga hendak menjadi TKI ke Uni Emirat Arab.

Kastilem menceritakan, sehari sebelum anaknya berangkat ke luar negeri sempat menghubungi dirinya untuk menginformasikan bahwa esok harinya (22/2/2008) akan ditebangkan sebagai PRT ke Abu Dhabi.

"Anak saya sehari sebelum terbang sempat pamitan dan juga minta didoakan agar dapat majikan yang baik serta tidak ada masalah saat bekerja. Namun sampai detik ini belum ada kabar beritanya," kata Kastilem saat ditemui di kediamannya, Jumat (27/4/2018)

Kastilem berharap perwakilan pemerintah yang berada di Abu Dhabi (KBRI UEA) bisa menemukan keberadaan anak perempuannya setelah 10 tahun hilang kontak.

"Ya Allah semoga pemerintah secepatnya bisa mempertemukan saya dengan Sunerih sebelum saya dipanggil Tuhan," harapnya.

Sementara itu, Karna, kakak kandung Sunerih mengatakan, adiknya direkrut oleh Castinah/Rasma sponsor warga Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu dan diberangkatkan ke Uni Emirat Arab pada 22 Februari 2008 .

"Karena proses perekrutannya terlalu cepat (kurang dari satu bulan), keluarga belum sempat menengok Sunerih di penampungan. Jadi kami tidak tahu PT apa yang memberangkatkan," jelas
Karna.

Karna juga menyampaikan bahwa keluarga sudah berulang kali menemui sponsor untuk menayakan PJTKI mana yang memberangkatkan. Namun usahanya selalu gagal.

"Saya sudah menemui Rasma, suami dari sponsor bernama Castinah, tetapi malah diarahkan untuk menemui sponsor lain yang berada di Kecamatan Terisi," keluhnya.

(JWR/FK, 27/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki