Berita > Ekosospol
KJRI Jeddah Dorong Kerja Sama Integrasi Biometrik Jemaah Haji dengan Imigrasi Saudi
04 Apr 2018 16:38:34 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 742
Ket: Konjen RI Jeddah bertemu dengan Kepala Imigrasi Makkah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Mendekati musim haji 1439 H, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah terus melakukan berbagai terobosan  untuk memperbaiki pelayanan bagi jemaah. Salah satunya adalah percepatan pelayanan keimigrasian setibanya jemaah di bandara Jeddah dan Madinah dan pendeteksian dini jika pernah mempunyai permasalahan sebelumnya yang kerangkanya adalah perlindungan WNI. 

KJRI Jeddah sejak awal tahun ini telah merintis pertemuan dengan otoritas terkait untuk membahas kerja sama integrasi biometrik pelayanan jemaah haji.
 
Setelah melakukan pembahasan kerja sama dengan Kepala Imigrasi (Jawazat) Provinsi Madinah, Konsul Jenderal (Konjen) Mohamad Hery Saripudin didampingi Staf Teknis-1/Konsul Imigrasi KJRI Jeddah I. Ismoyo pada Selasa, 3 April 2018 melakukan pertemuan dengan Kepala Jawazat Provinsi Mekkah Mayjen Abdul Rahman Al-Harbi yang membawahi imigrasi Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah guna membahas kerja sama integrasi data biometric jemaah haji.
 
"Kerja sama ini dapat mengurangi masa tunggu di bandara sebelum mereka diangkut menuju pemondokan masing-masing," ucap Konjen usai pertemuan dalam keterangan yang diterima LiputanBMI, Rabu (344/2018).
 
Dalam pertemuan itu, Konjen menyampaikan apresiasi kepada Jawazat Mekkah yang telah memberikan pelayanan keimigrasian cukup baik  kepada mukimin Indonesia yang berjumlah sekitar 400 ribu orang, jemaah umrah dan jemaah haji Indonesia berjumlah lebih dari sekitar 1,2 juta orang.
 
Selain itu, Konjen menyampaikan usulan kerja sama pelayanan keimigrasian bagi jemaah haji Indonesia yang secara teknis menjadi pembahasan antara imigrasi Arab Saudi dan Indonesia, yaitu rintisan integrasi sistem biometrik.
 
Konjen juga menambahkan bahwa Pemerintah RI siap untuk mengirimkan tim untuk tujuan tersebut, sehingga jemaah haji Indonesia tidak perlu lagi menunggu antrean panjang saat melakukan proses keimigrasian, baik di bandara Jeddah maupun Madinah.
 
Senada dengan Konjen, Konsul Imigrasi KJRI Jeddah I, Ismoyo juga sangat berharap bahwa kerja sama integrasi biometrik antara imigrasi Indonesia dan Arab Saudi terealisasi agar antrean panjang di konter-konter imigrasi di bandara Arab Saudi bisa dipangkas.Integrasi biometric  dapat mendeteksi secara dini persalahan keimigrasian yang dialami jemaah.  
 
"Apa yang dibutuhkan oleh imigrasi Kerajaan Saudi Arabia, imigrasi Indonesia akan mensupport dan menyediakan data biometrik itu, data dari jemaah haji Indonesia, sehingga ketika jemaah haji tiba di Saudi Arabia, mendapatkan proses imigrasi yang sederhana, akurat dan cepat," ujar I. Ismoyo.
 
Menanggapi usulan KJRI Jeddah,  Mayjen Abdul Rahman Al-Harbi mengatakan,  dua minggu sebelum pertemuan dengan KJRI Jeddah tersebut, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait dalam penyelengaraan ibadah haji, yang salah satu agendanya adalah membahas bagaimana meningkatkan pelayanan keimigrasian di Bandara.
 
"Menjadi kehormatan bagi kami, khususnya imigrasi, bisa memberikan pelayanan jemaah umrah asal Indonesia yang jumlahnya terbesar nomor dua setelah Pakistan, dan juga jemaah haji Indonesia yang jumlahnya terbesar," ucap Al-Harbi.
 
Al-Harbi menambahkan, Pemerintah Arab Saudi telah menunjuk salah satu perusahaan IT untuk menangani proses pengambilan biometrik jemaah, sehingga pemeriksaan imigrasi bagi jemaah haji ketika tiba di Arab Saudi berlangsung cepat, dengan cara menunjukkan barcode dari perusahaan tersebut.
 
Di akhir pembicaraan, Mayjen Al-Harbi mengusulkan kepada Konjen agar mendorong Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dan Indonesia segera melakukan pembahasan tentang kerja sama integrasi biometric jemaah ini.

(IYD/IYD, 04/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki