Berita > Seputar TKI
BP3TKI Bandung Berikan Santunan Kepada TKI Sakit dari Taiwan
27 Mar 2018 20:07:07 WIB | Juwarih | dibaca 1051
Ket: Agus Gustapul Supyan, staf P4TKI Cirebon saat Menyerahkan Bantuan Kepada Kameliyah di RS Gunung Jati,
Foto: dok.SBMI Indramayu
Indramayu, LiputanBMI - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung melalui staf Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Cirebon, Agus Gustapul Supyan, memberikan santunan kepada PMI asal Indramayu yang dipulangkan dari Taiwan dalam kondisi sakit kronis pada 10 Januari 2018 lalu.

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta tersebut diberikan kepada Kameliyah Malik binti Kadnawi (31), PMI warga Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Penyerahan santunan diterima langsung oleh Kadnawi, ayah kandung Kameliyah dengan disaksikan oleh pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu di Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon, Selasa (27/3/2018).

"Ini bentuk perhatian pemerintah kepada PMI yang mengalami masalah. Semoga Kameliyah cepat diberi kesembuhan seperti sediakala dan kita membantu walau nilainya tidak seberapa semoga dapat mengurangi beban pengeluaran untuk biaya pengobatan," ucap Agus.

Agus mengatakan, hal-hal lain terkait permasalahan ketenagankerjaan atau asuransi di Taiwan maupun di dalam negeri semuanya masih diproses oleh perwakilan di pemerintah Taipei dan juga BNP2TKI.

"Dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak PT yang memberangkatkan Kameliyah untuk dimintai pertanggungjawaban sebagaimana yang tertera dalam undang - undang," jelasnya.

Kadnawi merasa senang karena pemerintah sudah memberikan perhatian kepada permasalahan anaknya yang sedang sakit.

"Kami atas nama keluarga Kameliyah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini BP3TKI Bandung yang sudah membantu dan peduli terhadap permasalahan anak saya," ucap Kadnawi.

Kadnawi menambahkan, selain kepada pemerintah ia juga mengucapkan terima kasih kepada SBMI Cabang Indramayu yang membantu dalam memperjuakan hak - hak anaknya sebagai Pekerja Migran Perempuan.

"Jujur awalnya saya bingung dan tidak tahu harus mengadu ke mana mengenai permasalahan anak saya. Setelah mengadu ke SBMI, alhamdulillah mulai ada perhatian dari pemerintah," tambahnya.

Sementara itu, ketua SBMI Indramayu, Juwarih, mengatakan walaupun Kameliyah sudah menerima santunan dari BP3TKI maupun dari PJTKI, pihaknya akan terus mengawal proses penyelesaian kasus ini sampai korban mendapatkan hak-haknya sebagai PMI.

"Kami akan terus mengawal proses penyelesaian kasus ini yang sudah kami adukan ke BNP2TKI dan juga Disnaker Indramayu," tegasnya.
(JWR/FK, 27/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki