Berita > Ekosospol
Program Kuliah Sambil Kerja di Taiwan, Begini Penjelasannya
26 Mar 2018 22:19:18 WIB | Yully Agyl | dibaca 4772
Ket: Logo CLC Bakti Jaya Indonesia
Foto: SR
Taipei, LiputanBMI - CEO CLC Bhakti Jaya Indonesia, Bambang Nurfauzi mengungkapkan banyak kalangan pekerja migran Indonesia (PMI) salah memahami arti program belajar sambil bekerja di Taiwan.

Menurutnya, yang dimaksud program belajar sambil bekerja bukanlah bekerja dalam konteks ril. Tetapi bekerja yang masuk dalam salah satu kurikulum pendidikan yang berjalan atau dengan kata lain praktik kerja lapangan.

"Bekerja yang dimaksud dalam kuliah sambil bekerja di Taiwan itu tidak bekerja seperti para pekerja dengan work permit, tetapi bekerja yang masuk atau ada hubungan dengan kurikulum pendidikan, atau bisa disebut PKL (praktek kerja lapangan)," jelas Bambang ditemui usai acara Indonesian Week 2018 di Taiwan World Trade Center Hall 1, Sabtu (24/3/2018).

CLC Bhakti Jaya Indonesia merupakan salah satu lembaga yang menawarkan program belajar sambil bekerja. Untuk itu, dia berharap para pekerja migran Indonesia dapat memahami arti berkerja dalam program tersebut.

Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ASPAKATI), Saiful Mashud menjelaskan bahwa dalam hal ini PPTKIS tidak berhak dan tidak mempunyai wewenang untuk melakukan proses penempatan calon mahasiswa dalam program yang tengah dilakukan oleh pihak yayasan dalam hal ini CLC Bhakti Jaya Indonesia.

"Jika ditemukan penyimpangan dalam hal membantu proses pengurusan visa maka dengan jelas dikatakan ini adalah salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh PPTKIS. Namun jika dalam ranah pribadi maka diperbolehkan karena tidak melanggar aturan pemerintah Indonesia ataupun Taiwan," papar Saiful Mahmud lebih lanjut.

"Sebenarnya program ini telah lama di dengungkan oleh penggiat pendidikan Taiwan sejak beberapa tahun yang lalu, akibat rendahnya angka kelahiran di Taiwan yang jelas berdampak pada sepinya beberapa perguruan tinggi di Taiwan," pungkas Bony Wongso selaku Wasekjen ASPATAKI menambahkan.


Penulis: Slamet Riyanto
(YLA/IYD, 26/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki