Berita > Ekosospol
KJRI Jeddah Ingatkan Warga Indonesia Agar Cerdas Gunakan Smartphone
26 Mar 2018 14:57:54 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1401
Ket: ilustrasi surat dari jawazat
Foto: google
Makkah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengingatkan ekspatriat Indonesia di Arab Saudi agar menggunakan ponsel pintar atau smartphone secara bijak. Peringatan ini disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin di sela-sela penyuluhan hukum yang digelar Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23-24 Maret 2018 di lobi utama Kantor Urusan Haji Makkah, Arab Saudi.
 
"Hati-hati menggunakan telepon pintar (smartphone). Jangan sampai yang pintar hanya teleponnya, kitanya yang bodoh," ungkap Konjen yang prihatin terhadap sejumlah kasus hukum yang menjerat beberapa WNI akibat kurang bijak menggunakan ponsel pintar dalam rilis yang diterima LiputanBMI, Senin (26/3).
 
Konjen juga menceritakan kepada para peserta penyuluhan bahwa KJRI Jeddah pernah menerima laporan dan mengawal WNI yang bermasalah hukum dan sempat ditahan lantaran penggunaan smartphone yang kurang bijak, untuk berkirim pesan atau gambar yang tidak sepatutnya dan digunakan untuk mengambil gambar obyek yang dilarang pemerintah KSA.
 
Berkaca dari sejumlah kasus hukum yang menjerat WNI gara-gara mengambil gambar atau merekam, mengunggah atau berkirim konten-konten terlarang melalui ponsel pintar atau jenis gawai lainnya,  Pelaksana Fungsi Konsuler-2 yang juga merangkap Kepala Kanselerai Rahmat Aming Lasim dalam paparannya menekankan agar warga waspada dan berhati-hati berselancar di dunia maya.
 
"Berhati-hati menggunakan media sosial, berkirim gambar, mengunduh atau mengunggah konten-konten terlarang," pesan Rahmat Aming.
 
Dia menjelaskan beberapa objek terlarang untuk diambil gambarnya, seperti saat di dalam kawasan bandara, memotret gedung-gedung penting seperti istana Raja, instalasi militer, kantor kepolisian,  memotret petugas atau aparat, perempuan, dan objek lain bertanda "No Camera."
 
Di sesi terakhir, Pelaksana Fungsi Pensosbud-2 Umar Badarsyah memaparkan tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Cyber crime atau kejahatan siber di Indonesia dan di Arab Saudi dengan konsekuensi atau sanksi hukumnya.
 
Umar mengajak semua peserta penyuluhan dari berbagai latar belakang profesi  agar sadar hukum supaya terhindar dari kasus hukum. Dia menjelaskan jenis-jenis pelanggaran yang bisa dikenai UU ITE, seperti mengunggah konten-konten porno, menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian (hate speech), mencemarkan nama baik seseorang di media sosial seperti facebook dan whatsApp, berikut sanksi hukumnya.
 
Selain itu, disampaikan pula dalam penyuluhan hukum tersebut mengenai mekanisme pengajuan legalisasi dokumen, jenis-jenis pelayanan kekonsuleran, konsultasi ketenagakerjaan dan kewarganegaraan bagi anak yang lahir dari perkawinan campuran dengan warga asing yang marak terjadi di kalangan WNI perempuan di Arab Saudi.

(IYD/IYD, 26/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki