Berita > Seputar TKI
ABK WNI Meninggal di Panama, Pemerintah Diminta Bantu Proses Pemulangan dan Pemenuhan Hak
22 Mar 2018 05:20:41 WIB | Syafii | dibaca 3063
Ket: Ilustrasi
Foto: Google
Dunia, LiputanBMI - Alfian Syah (20), seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Ambon, Maluku dikabarkan meninggal dunia di Panama saat bekerja pada perusahaan Gilontas Ocean Panama SA yang beralamat di C/O Ulimited Edificio Plaza Gloriela No. 4, Panama.


Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pergerakan Pelaut Indonesia Provinsi Maluku, M. Adnan pasca menerima pengaduan dari pihak keluarga korban, Rabu (21/03/18).


"Info dari pihak keluarga, korban bekerja di atas kapal penangkap ikan CK 85 di Panama melalui PT Sri Bahari yang berkantor di Bogor, Jawa Barat," ujar Adnan kepada LiputanBMI melalui selulernya, Kamis (22/03/18).


Dari bukti-bukti yang diserahkan oleh pihak keluarga, diduga korban meninggal karena mengalami gangguan pernafasan yang mirip gejala asma serta muntah-muntah.

Korban meninggal saat kapal sedang perjalanan menuju ke darat. Diperkirakan kapal akan tiba pada akhir Februari di pelabuhan terdekat.


"Pihak keluarga meminta bantuan ke pemerintah melalui PPI agar jenazah bisa segera dipulangkan dan haknya bisa dipenuhi," tambah Adnan sesuai kronologis kejadian yang diterima dari keluarga korban.


Menanggapi pengaduan itu, DPD PPI Maluku sudah mengirim berkas-berkas ke DPP PPI agar segera bisa dilakukan pelaporan ke instansi terkait meliputi Kementerian Luar Negeri, BNP2TKI, dan KBRI di Panama agar menghubungi atau mendatangi perusahaan di Panama dalam rangka pemulangan jenazah dan pengurusan hak-hak korban.


"Rencananya siang ini Tim Advokasi DPP PPI akan ke Dit. PWNI dan BHI, Kemlu guna melaporkan kasus ini," pungkasnya.
(IS/IS, 22/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki