Berita > Ekosospol
Duta Besar Abegebriel Lantik PPLN Riyadh
21 Mar 2018 19:24:03 WIB | Abu Rayyan | dibaca 1333
Ket: Usai pelantikan, foto bersama Anggota PPLN Riyadh dengan Dubes Abegebriel
Foto: KBRI Riyadh
Riyadh, LiputanBMI - Bertempat di aula gedung KBRI Riyadh, Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel atas nama KPU melantik jajaran Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk wilayah Riyadh pada Rabu, 21 Maret 2018.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah dan fakta integritas. PPLN Riyadh secara resmi memulai tugasnya untuk menggelar rangkaian pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada tahun 2019 mendatang.

Berdasarkan SK Ketua KPU, ditetapkan 7 orang anggota PPLN Riyadh, Murjasa M. Solly (Ketua), Sujaya Kasim, Ahmad Abdul Wahab, Irza Anwar Syaddad, Khomari Suwardi Saidi, Agus Suryadi, dan Karna Mandrawata.


Selain itu 3 orang duduk di Sekretariat: Mohammad Makki Nahari (Kepala Sekretariat), Agus Hidayatulloh (Koordinator Teknis Penyelenggaraan), dan Muhammad Iqbal Aji Mukti (Koordinator Administrasi, Keuangan dan Logistik).

Dalam sambutannya Dubes Abegebriel menyampaikan agar Anggota dan Sekretariat PPLN KBRI Riyadh bekerja secara profesional dan proporsional.


Dihubungi LiputanBMI, beberapa perwakilan tokoh masyarakat Indonesia di Riyadh menyambut pelantikan PPLN di wilayahnya dengan menyampaikan ucapan selamat dan pesan khusus bagi seluruh anggota PPLN.

“Selamat, semoga amanah dengan tupoksi masing masing, demi tercapainya pemilu yang jurdil, tidak memihak kepada satu partai politik manapun,” ungkap Ketua BMISA DPC Riyadh, Asep Mulyadi.

“Semua anggota PPLN yang dilantik hari ini, tidak menyia-nyiakan tugas mulianya dan harus amanah dan jangan merusak marwah demokrasi. Karena apapun ketidakadilan yang dilakukan, maka ia tetap memikul tanggung jawab berat,” pesan Gus Lik, ketua Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh (FSWNIR).

Sementara itu, tokoh WNI di Al Ahsa, Dudung Abdul Mukti menyoroti perihal pengembalian sisa anggaran pemilu 5 tahun yang lalu sebesar 200 Juta.

“Sebaiknya anggaran yang ada itu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan jumlah raihan suara pemilih dari pemilu sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar PPLN Riyadh menambah jumlah petugas dropbox agar mampu menjangkau lebih banyak pemilih yang berada di pelosok timur Arab Saudi.

“Setuju (dengan saran Pak Dudung, Red.), dan pastikan petugas di daerah benar-benar yang lebih banyak tahu demografi ekspatriat di wilayahnya masing-masing,” kata Adi Tiar Winarto, tokoh WNI di Dammam.

(TTG/TTG, 21/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki