Berita > Seputar TKI
Vonis Bebas Majikan Suyanti Belum Berkekuatan Hukum Tetap, KBRI: Kami akan Terus Monitor
17 Mar 2018 17:00:33 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1208
Ket: Datin Rozita (kiri) bersama pengacaranya
Foto: Berita Harian Online
Kuala Lumpur, LiputanBMI - KBRI Kuala Lumpur akan terus memonitor proses hukum kasus penganiayaan TKI Suyanti mengingat vonis bebas yang diputuskan pengadilan atas majikan bernama Rozita Mohamad Ali (44) itu belum berkekuatan hukum tetap dan jaksa telah mengajukan banding.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary ketika dikonfirmasi LiptanBMI, Jumat (16/3).

“Proses hukum masih berlangsung dan belum ada keputusan yang bersifat incraht (berkekuatan hukum tetap dan tidak ada upaya hukum biasa yang dapat ditempuh lagi),” kata Yusron.

Dalam persidangan Kamis (15/3) kemarin, pengadilan mengubah dakwaan terhadap majikan Suyanti dari percobaan pembunuhan menjadi tindakan yang menyebabkan luka parah dengan menggunakan senjata berbahaya atau senjata tajam.

Rozita lolos dari hukuman penjara dan hakim hanya memvonis dengan kewajiban berkelakuan baik selama lima tahun.

Padahal sebelumnya, perempuan bergelar Datin itu sempat didakwa pasal percobaan pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Atas hasil sidang kemarin, Jaksa telah mengajukan banding. KBRI akan terus memonitor proses ini dan menghormati proses hukum yang berlangsung,” jelas Yusron.

Kasus penganiayaan yang dialami Suyanti terungkap ketika TKI asal Medan tersebut ditemukan oleh petugas keamanan tak sadarkan diri dalam keadaan muka lebam dan badan berlumuran darah di Mutiara Damansara, Petaling Jaya pada Rabu, 21 Desember 2016 lalu.

Ketika itu, perwakilan pemerintah RI di Malaysia langsung mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia, menyampaikan agar proses hukum berjalan secara adil dan pelaku dihukum setimpal.


(FK/FK, 17/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki